Cerita Hijrah Rangga dari Anak Punk Jalanan Jadi Santri Tasawuf: Jenuh dan Ingat Mati

Kini, Rangga mulai merasa nyaman memilih jalannya berhijrah dan mendalami Islam.

Rizki Nurmansyah
Sabtu, 23 April 2022 | 10:10 WIB
Cerita Hijrah Rangga dari Anak Punk Jalanan Jadi Santri Tasawuf: Jenuh dan Ingat Mati
Erlangga Febriansyah (27) atau yang akrab disapa Rangga, salah seorang santri di Pesantren Tasawuf Underground di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Mantap Berhijrah

Kini, Rangga mulai merasa nyaman memilih jalannya berhijrah dan mendalami Islam. Perlahan, Rangga mulai kembali salat dan mengaji.

"Sebelumnya baca doa rukuk dan sujud kadang ketuker. Kalau sekarang Alhamdulillah. Terus sama beliau (pengasuh pesantren) dikasih kesempatan suruh jalanin laundry, penghasilan juga dapat dan lebih tenang bisa ngasih buat anak," kata bapak satu anak itu.

Pesantren Tasawuf Underground di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]
Pesantren Tasawuf Underground di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Diketahui, Pesantren Tasawuf Underground didirikan oleh Ustadz Halim Ambiya. Bermula dari gerakan kajian Islam dari jalan ke jalan lalu menjadi sebuah pesantren. Gerakan itu untuk menuntun kembali para anak punk jalanan meraih surga.

Baca Juga:Banyak Komika Hijrah ke Layar Lebar, Boris Bokir: Kami Punya Paket Lengkap

Tak seperti pondok pesantren umumnya dengan bangunan luas, Pesantren Tasawuf Underground ini berada di sebuah ruko lantai 3 di Komplek Ruko Ciputat, Jl. RE Martadinata No.27, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Saat ini, ada lebih dari 20 anak punk jalanan yang mengkaji ilmu agama di pesantren tersebut. Tak hanya belajar agama, mereka juga diberi peluang untuk menjalankan usaha mulai dari laundry, kafe kopi dan lainnya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini