facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TIM Bakal Dikelola PT Jakpro Setelah Revitalisasi, Anies Janji Tak Cari Keuntungan

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:35 WIB

TIM Bakal Dikelola PT Jakpro Setelah Revitalisasi, Anies Janji Tak Cari Keuntungan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka pameran Bulan Seni Rupa Taman Ismail Marzuki atau TIM di Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022). [Suara.com/Fakhri]

"Kami menugaskan kepada PT Jakpro sebagai pengelola, tetapi tidak untuk dijadikan tempat mencari untung," ujar Anies.

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Taman Ismail Marzuki nantinya akan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. Namun, meski dipegang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), TIM bukan menjadi tempat untuk mencari keuntungan.

Sebelum direvitalisasi, TIM dikelola oleh Pemprov DKI melalui salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD. Begitu selesai direvitalisasi, TIM akan dialihkan pengelolaannya ke Jakpro.

"Kami menugaskan kepada PT Jakpro sebagai pengelola, tetapi tidak untuk dijadikan tempat mencari untung," ujar Anies di Gedung Panjang, TIM, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Kebijakan ini sendiri juga sempat ditentang oleh para seniman dan berbagai pihak. Apalagi, awalnya Jakpro dalam rencana revitalisasi sempat ingin membangun hotel.

Baca Juga: Buka Pameran Bulan Seni Rupa di TIM, Anies: Ini Malam yang Membahagiakan

Para penentang menilai Jakpro ingin melakukan komersialisasi atau mencari keuntungan. Hal ini dinilai menyimpang dengan semangat TIM sebagai pusat kesenian dan kebudayaan.

Mantan Mendikbud ini menjelaskan, pihaknya memilih BUMD sebagai pengelola dengan alasan keleluasaan dalam melakukan manajemen. Jika SKPD yang mengelola, maka TIM akan terikat dengan aturan pemerintah seperti untuk penempatan pegawai, aset, dan ketentuan lain.

"Maka tanggung jawab kita berikan PMD (Penyertaan Modal Daerah) yang cukup agar tempat ini bisa dikelola dengan manajemen swasta tapi bukan sebuah manajemen mencari untung tapi manajemennya seperti manajemen swasta," ucapnya.

Karena itu, pun menyatakan negara harus sepenuhnya membiayai TIM. Anggaran harus terus dikucurkan kepada Jakpro agar operasional TIM bisa terus berjalan.

"Spiritnya mengelola ini dengan manajemen profesional dengan manajemen yang baik tetapi bukan sebagai tempat mencari keuntungan. Artinya, pemerintah lah yang harus keluarkan biaya melalui PMD agar kegiatan seni di tempat ini bisa jalan," pungkasnya.

Baca Juga: Anies, Andika dan Ganjar Masuk Rekomendasi Partai Nasdem Jadi Bakal Capres 2024

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait