Pengakuan Bharada E Melalui Pengacara, Tak Ada Baku Tembak di Rumah Ferdy Sambo

Pistol milik Brigadir J sengaja ditembakkan ke arah dinding supaya terkesan ada peristiwa baku tembak.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 09 Agustus 2022 | 07:05 WIB
Pengakuan Bharada E Melalui Pengacara, Tak Ada Baku Tembak di Rumah Ferdy Sambo
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). [ANTARA FOTO/FOTO/M Risyal Hidayat]

SuaraJakarta.id - Tersangka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengubah kesaksian awal terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).

Teranyar, Bharada E mengaku tidak ada peristiwa baku tembak. Hal itu disampaikannya kepada pengacaranya Muhammad Burhanuddin.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," kata Burhanuddin, Senin (8/8/2022) kepada awak media.

Burhanuddin menambahkan, berdasarkan pengakuan Bharada E, bekas proyektil yang berada di TKP hanya alibi.

Baca Juga:Pengacara Bharada E Sebut Kliennya dalam Keadaan Baik dan Aman

Kata dia, pistol milik Brigadir J sengaja ditembakkan ke arah dinding supaya terkesan ada peristiwa baku tembak.

"Apa yang di lokasi katanya alibi," kata Burhanuddin.

Bharada E, lanjut Burhanuddin, juga telah mengungkapkan sejumlah nama yang terlibat dalam kematian Brigadir J. Hal itu sudah disampaikan dalam berita acara pemeriksaan atau BAP.

Namun ia enggan menyebutkan secara terperinci terkait jumlah nama pihak yang telah dimuat dalam BAP tersebut.

"Belum bisa kita publish. Yang penting sudah terang-benderang sedari semalam gitu, adanya pengakuan dari Bharada E," jelasnya.

Baca Juga:Dapat Perlindungan dari Bareskrim, Pengacara Pastikan Bharada E dalam Kondisi Aman

Hingga kini penyidik baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J. Kedua tersangka adalah Bharada E disangka dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

News

Terkini

Riza mengatakan, dirinya keluar dan menemui massa untuk mendengar apa yang menjadi tuntutan dalam aksi massa KRMP ini.

News | 20:07 WIB

"Selama lima tahun ini kami tidak pernah melakukan penggusuran," ucap Riza.

News | 19:56 WIB

Juga pernah beraksi merampok toko emas di kawasan Tangerang Raya lainnya.

News | 19:51 WIB

Putri keluar Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.25 WIB, dengan mengenakan baju tahanan.

News | 19:13 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria keluar menemui massa. Hanya saja, ia berdiri di balik gerbang Balai Kota.

News | 18:23 WIB

Anies juga didesak untuk keluar menemui massa. Jika Anies tak kunjung keluar, maka massa tak segan bertahan hingga menginap di lokasi aksi.

News | 17:31 WIB

Ia juga mengatakan secara fisik kondisi Putri Candrawathi dalam keadaan baik.

News | 17:07 WIB

Sigit berharap langkah penahanan yang dilakukan penyidik dapat menjawab pertanyaan publik yang selama ini menanyakan posisi Putri Candrawathi yang tidak kunjung ditahan.

News | 16:54 WIB

Kejadian pencurian kotak amal di Mushola Roudhatul Jannah kerap terjadi.

News | 16:29 WIB

Kapolri juga mengumumkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawatahi ditahan di Rutan Mabes Polri.

News | 16:04 WIB

"Status FS secara resmi sudah tidak menjadi anggota Polri."

News | 15:32 WIB

Dijelaskan penyerangan gangster itu terjadi pukul 02.35 WIB.

News | 15:30 WIB

"Anies justru melanggengkan praktik penggusuran paksa di DKI Jakarta dengan tidak mencabut Peraturan tersebut."

News | 15:25 WIB

Syarifah menyebut penangkapan bermula saat pihak kepolisian mendapat informasi dari warga.

News | 15:22 WIB
Tampilkan lebih banyak