Tragedi Kanjuruhan, Pelatih Arema: Ada Suporter Meninggal di Pelukan Pemain

Roca juga menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan Arema FC yang kemudian memicu peristiwa ratusan nyawa melayang.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 04 Oktober 2022 | 14:33 WIB
Tragedi Kanjuruhan, Pelatih Arema: Ada Suporter Meninggal di Pelukan Pemain
Pelatih Arema FC Javier Roca memeluk seorang pemain saat mendatangi Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). [ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa]

SuaraJakarta.id - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi Sabtu (1/10/2022) lalu tak hanya menjadi duka bagi para suporter, pemain maupun pelatih Arema FC. Tapi juga duka bagi persepakbolaan nasional.

Tangis pun tak terbendung saat para pemain maupun pelatih Arema menggelar tabur bunga dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022) kemarin.

"Saya hancur secara mental," kata Pelatih Arema FC Javier Roca mengingat Tragedi Kanjuruhan, dikutip dari Timesindonesia.co.id--jejaring Suara.com--Selasa (4/10/2022).

"Jika kami imbang, ini tidak akan terjadi," lanjutnya berandai-andai Arema tidak kalah 2-3 dari Persebaya dalam laga malam minggu kelabu tersebut.

Baca Juga:Pengamat Ungkap 3 Pelanggaran Dalam Tragedi Kanjuruhan

Usai kalah dalam Derby Jatim tersebut, Arema yang kecewa turun ke lapangan. Bencana terjadi ketika petugas menghalau dengan memukul dan menendang suporter dan mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter.

Suporter di tribun yang mulai sesak nafas berdesakkan turun dari tribun dan keluar stadion. Malang, bagi suporter. Pintu keluar stadion terkunci.

Suporter yang sesak nafas saling himpit dan berdesakan mencoba menjebol pintu dan ventilasi. Mereka yang tidak kuat akhirnya pingsan dan meninggal karena kehabisan nafas dan mungkin terinjak-injak oleh kawan-kawannya yang lain.

Roca bercerita mengenai kondisi kamar ganti pada malam kelabu itu. Pelatih berusia 45 tahun ini awalnya tidak menyadari sepenuhnya mengenai kondisi usai pertandingan.

Saat itu, pelatih asal Cile ini harus menjalani prosesi wajib konferensi pers usai pertandingan.

Baca Juga:Aremania: Aparat yang Menyuruh Menembak Gas Air Mata Harus Dipidana

"Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya menemukan tragedi. Para pemain lewat dengan korban di tangan mereka," urai Roca sambil menangis.

News

Terkini

Proses evakuasi rumah roboh masih dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta.

News | 21:15 WIB

Turnamen Piala Walikota Tangerang Grasstrack Motorcross ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26 Nopember hingga 27 Nopember 2022 dengan membuka 23 kelas.

News | 20:47 WIB

Polisi baru-baru ini mengungkap fakta terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan mengering.

News | 19:48 WIB

Saat gempa Cianjur terjadi, dirasakan cukup kencang di area situs.

News | 19:05 WIB

DVI Polri telah menerima 158 kantong jenazah, baik di RSUD Cimacan maupun di RSUD Sayang.

News | 18:17 WIB

Jokowi menyinggung 'rambut putih' yang disebutnya sebagai pemimpin yang memikirkan rakyat.

News | 18:09 WIB

"Kereta anjlok tertimpa tiang pantograf di Stasiun Kampung Bandan."

News | 17:50 WIB

"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya dingin. Ini negara besar. Jangan hanya duduk manis di Istana presiden," kata Jokowi.

News | 16:03 WIB

Spanduk itu dibentangkan tepat di depan panggung di mana Presiden Jokowi sedang berpidato.

News | 15:38 WIB

Latif mengatakan pengemudi Land Cruiser berinisial SH sengaja memasang pelat palsu tersebut.

News | 15:14 WIB

Para dokter dan ahli medis Siloam dan SingHealth dapat memperoleh manfaat dari penelitian dan pelatihan klinis.

News | 14:32 WIB

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa UI yang ditabrak dan dilindas Eks Kapolsek Cilincing AKBP (purn) Eko Setia.

News | 12:30 WIB

Joko menyebut sejauh ini polisi sudah memeriksa sebanyak 5 saksi.

News | 11:17 WIB

Saat ini Baznas telah mendirikan 9 posko untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Cianjur.

News | 10:43 WIB

Kejati DKI belum menerima seluruh berkas perkara dari lima tersangka yang dikirim Polda Metro Jaya. Baru empat berkas yang diserahkan.

News | 06:05 WIB
Tampilkan lebih banyak