Mimpi Warga Srengseng Jakbar Miliki Turap, Jemu Jadi Langganan Banjir

Aziz mengatakan, banjir telah terjadi sejak tahun 1990-an. Namun, paling parah terjadi saat siklus lima tahunan sekali.

Rizki Nurmansyah | Faqih Fathurrahman
Senin, 07 November 2022 | 21:17 WIB
Mimpi Warga Srengseng Jakbar Miliki Turap, Jemu Jadi Langganan Banjir
Kondisi Kali Pesanggrahan yang kerap meluap dan airnya membanjiri wilayah RT 07/03 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (7/11/2022). [Dok. Istimewa]

SuaraJakarta.id - Curah hujan yang tinggi di wilayah DKI Jakarta akhir-akhir ini membuat warga RT 07/03 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, waswas. Sebab, wilayah mereka kerap jadi langganan banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan.

Ketua RT 07, Abdul Aziz (43) mengatakan, permukiman warga sering terendam ketika kali yang terletak di samping TPU Joglo itu meluap.

Aziz mengatakan, banjir telah terjadi sejak tahun 1990-an. Namun, paling parah terjadi saat siklus lima tahunan sekali.

"Tapi sekarang kalau hulu hujannya besar, pasti banjir di sini," kata Aziz di Srengseng, Senin (7/11/2022).

Baca Juga:Petugas PPSU Kuras Saluran Air Untuk Antisipasi Banjir di Jakarta Selatan

Banjir belum lama melanda perkampungan tersebut pada Sabtu kemarin. Meski ketinggian air hanya sekira 10 sentimeter, namun banjir tersebut cukup lama.

Ini lantaran air Kali Pesanggrahan meluap pada Sabtu sore, dan baru surut pada Minggu.

"Minggu sudah surut, sudah bersih. Cuma sekitar di atas mata kaki sih, di bawah betis," ungkap Aziz.

Aziz mengungkapkan, banjir terparah di wilayahnya terjadi sekitar setahun lalu. Ketinggian banjir yang mencapai 1 meter merendam hampir 30 kepala keluarga (KK) di sana.

Meski banjir kerap terjadi namun belum ada langkah kongkret dari langkah Pemerintah Provinsi atau Kota.

Baca Juga:Banjir di Kawasan Kembangan Utara Akibat Luapan Kali Pesanggrahan Telah Surut

Aziz berharap di wilayahnya ke depan memiliki tanggul atau turap agar banjir tidak berkelanjutan. Sebab, warga telah jemu kerap diterjang banjir bila hujan deras tiba.

"Memang belum ada tindak lanjutnya. Belum ada penanggulangan sih selama 6 tahun ini," ungkapnya.

"Kami inginnya, kali ini dikeruk, dikasih tanggul, biar kalau ada air naik, ya enggak masuk rumah warga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak