Kemudian, pupuk subsidi NPK Phonska disalurkan sebesar 59.740 ton di tahun 2024. Sedangkan tahun 2023 pupuk subsidi NPK Phonska hanya didistribusikan 17.084 ton. Selain itu, ada pula pupuk subsidi NPK Formula berjumlah 8.000 ton serta pupuk organik sebesar 6.730 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo menambahkan, peningkatan jumlah pupuk yang diterima, secara keseluruhan dinilai masih belum memenuhi permintaan petani selama ini.
Menurut dia , hal itu dipengaruhi faktor tingginya komoditas tanaman pangan jagung untuk memenuhi target produksi. Terlebih dengan usaha tani subsektor tanaman tersebut yang juga menjadi skala prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Karena kebutuhan jagung untuk pakan (hewan ternak) juga cukup besar. Jadi jagung banyak yang harus dibedakan, ada jagung pakan, benih, dan konsumsi,” tambahnya.
Baca Juga:Pembangunan Jembatan Jongbiru Dipastikan Rampung Pertengahan 2024
Terlepas adanya alokasi pupuk subsidi, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong para petani untuk berani berinovasi menerapkan Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO). Hal itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani dalam menggunakan pupuk subsidi dan kimia.