Indonesia Emas 2045: IHCBS 2025 Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi Global!

Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) akan kembali dihelat pada 23 September 2025 mendatang.

Rully Fauzi
Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:38 WIB
Indonesia Emas 2045: IHCBS 2025 Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi Global!
Media Day Indonesia Human Capital Beyond Summit 2025 di Karnaval Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025). [Suara.com / Rully F]

SuaraJakarta.id - Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) akan kembali dihelat pada 2–3 September 2025 mendatang di ICE BSD City, Tangerang. Acara kali ini mengusung tema "Future-Ready Workforce: Strategies for Indonesia's Economic Transformation."

Acara ini bertujuan sebagai forum kolaborasi terbesar di Indonesia yang mempertemukan pemimpin industri, pemerintah, akademisi, serta praktisi SDM untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

IHCBS digagas oleh GML, GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten), QuBisa, dan media Kompas.com.

Project Director IHCBS 2025, Adhi Nugroho, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan tenaga kerja masa depan.

Baca Juga:Ojol Tekan Kemiskinan? Ini Strategi Pemerintah Kembangkan SDM Digital Informal

"IHCBS adalah movement platform untuk menciptakan SDM Indonesia yang tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan. Tahun ini, kami menargetkan lebih dari 3.000 peserta yang akan berbagi strategi efektif untuk transformasi ekonomi Indonesia," kata Adhi.

Ketua Steering Committee GNIK, Yunus Triyonggo, mengungkapkan bahwa pihaknya secara aktif mendukung percepatan kompetensi SDM nasional melalui IHCBS.

"Kami terus mendorong kolaborasi sektor publik dan swasta, menjadikan IHCBS sebagai ajang strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional," ucap Yunus.

CEO One GML dan Founder QuBisa.com, Suwardi Luis menekankan pentingnya penerapan strategi pengembangan SDM yang berdampak nyata di organisasi.

"Melalui lebih dari 70 narasumber termasuk Prof. Lynda Gratton dari London Business School dan Riaz Shah, seorang Global Learning Leader di EY (Ernst & Young) selama lebih dari 27 tahun yang kini menjabat sebagai Professor of Practice for Innovation & Leadership di Hult International Business School, IHCBS 2025 menyediakan wawasan praktikal untuk menghadapi tantangan ekonomi global secara efektif," papar Suwardi.

IHCBS 2025 sendiri menghadirkan berbagai aktivitas menarik, di antaranya Mega Session yang mencakup Grand Keynote dari Kementerian, sesi internasional eksklusif dengan narasumber global, inspirasi dari para tokoh nasional, insight dari para CEO terkemuka, serta Battle Session yang melibatkan perwakilan pemerintah dan pelaku bisnis yang memiliki tenaga kerja dari generasi Z.

Selain itu, terdapat 7 track session dengan 42 topik, benchmark visit (kunjungan pembelajaran langsung ke perusahaan-perusahaan terdepan), premium networking Bersama ribuan pengambil keputusan, serta penampilan khusus Yovie & Nuno untuk melengkapi pengalaman peserta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak