THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar

Promo paylater seperti "Bayar Nanti" dan cicilan ringan memicu belanja impulsif, mengaburkan kesadaran pengeluaran nyata.

Tasmalinda
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:34 WIB
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar
ilustrasi paylatter yang jarang disadari banyak orang.
Baca 10 detik
  • Promo paylater seperti "Bayar Nanti" dan cicilan ringan memicu belanja impulsif, mengaburkan kesadaran pengeluaran nyata.
  • Diskon khusus platform mendorong pembelian tidak esensial, membuat total tagihan menumpuk saat jatuh tempo tiba.
  • Akumulasi cicilan ini menyebabkan Tunjangan Hari Raya (THR) sering terpakai untuk melunasi utang konsumtif masa lalu.

SuaraJakarta.id - Setiap tahun menjelang Lebaran, banyak orang punya rencana yang sama: menyisihkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tabungan atau kebutuhan penting. Namun kenyataannya, tak sedikit yang justru mengeluh hal serupa setelah Lebaran lewat, yakni THR habis duluan.

Fenomena ini makin sering dikaitkan dengan maraknya promo paylater yang berseliweran di berbagai aplikasi belanja online hingga layanan transportasi digital.

Promo yang terlihat ringan mulai dari “Bayar Nanti”, “Cicilan 0 Persen”, hingga diskon khusus paylater—sering kali membuat banyak orang merasa tetap bisa belanja tanpa menyentuh uang di rekening. Padahal, tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial yang membuat rencana menabung gagal total.

1. Promo “Bayar Nanti” Membuat Pengeluaran Terasa Tidak Nyata
Banyak pengguna merasa lebih berani berbelanja ketika menggunakan paylater dibanding membayar langsung.

Baca Juga:Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktu Magrib

Alasannya sederhana: uang tidak langsung keluar saat itu juga.

Secara psikologis, kondisi ini membuat otak menganggap pengeluaran tersebut bukan prioritas mendesak. Akibatnya, barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan justru ikut terbeli.

Ketika tagihan datang di bulan berikutnya, barulah terasa bahwa jumlahnya sudah menumpuk.

2. Diskon Khusus Paylater Memicu Belanja Impulsif
Banyak platform sengaja memberikan diskon khusus jika pembayaran menggunakan paylater.

Strategi ini sangat efektif menarik pengguna. Banyak orang akhirnya membeli barang hanya karena tergoda diskon, bukan karena kebutuhan.

Baca Juga:Imsak Jakarta 13 Maret 2026 Pukul Berapa? Cek Jadwal Sahur Lengkap dan Doanya

Padahal, jika dihitung ulang, jumlah total yang dibayar bisa saja lebih besar dibanding membeli secara tunai.

3. Cicilan Kecil Membuat Orang Merasa Aman
Salah satu jebakan paling sering terjadi adalah cicilan kecil.

Misalnya: Rp50 ribu per bulan, Rp75 ribu per bulan dan Rp100 ribu per bulan

Angka tersebut terlihat ringan. Namun masalah muncul ketika cicilan kecil ini berasal dari banyak transaksi berbeda.

Tanpa sadar, total cicilan bulanan bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

4. THR Sering Dipakai untuk Menutup Tagihan
Banyak orang baru menyadari besarnya tagihan paylater saat THR cair.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak