- Salat Idulfitri berhukum sunnah muakkad; Rasulullah SAW menganjurkan semua Muslim hadir menyaksikan kebaikan dan doa.
- Tata cara salat meliputi niat, tujuh takbir tambahan di rakaat pertama, lima takbir di rakaat kedua, dan khutbah dilaksanakan setelah salat.
- Sunnah sebelum salat Id mencakup mandi, memakai pakaian terbaik, makan, serta mengumandangkan takbir saat menuju lokasi pelaksanaan.
SuaraJakarta.id - Pagi Idulfitri selalu datang dengan suasana yang berbeda, udara terasa lebih hangat, langkah kaki menuju masjid atau lapangan dipenuhi senyum, dan gema takbir masih terngiang sejak malam sebelumnya.
Namun di balik suasana itu, ada satu pertanyaan yang sering muncul, bahkan di kalangan yang sudah bertahun-tahun menjalankannya: apakah tata cara Salat Idulfitri yang kita lakukan sudah benar sesuai tuntunan?
Salat Id bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dengan tata cara khusus yang membedakannya dari salat biasa. Memahaminya secara utuh bukan hanya membuat ibadah lebih sah, tetapi juga lebih bermakna.
Salat Idulfitri hukumnya sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan seluruh umat Muslim, termasuk perempuan dan anak-anak, untuk menghadirinya.
Baca Juga:Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW tetap melaksanakan salat Id secara berjamaah, bahkan saat kondisi tertentu.
Dari Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya, bahkan para gadis pingitan dan wanita haid, untuk menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslimin.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya momen Salat Idulfitri sebagai bagian dari syiar Islam.
Baca Juga:Cek Lokasi Salat Id Muhammadiyah Jakarta 2026, Ini yang Paling Dekat dari Rumah
Niat dilakukan dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.
Untuk makmum:
Ushalli sunnatan li ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa
Untuk imam:
Ushalli sunnatan li ‘iidil fithri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Salat Idulfitri (Langkah demi Langkah)
Salat Idulfitri dilakukan dua rakaat dengan tambahan takbir. Pada rakaat pertama, salat dimulai dengan takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah. Setelah itu dilakukan tujuh kali takbir tambahan. Di antara takbir, dianjurkan membaca dzikir seperti tasbih, tahmid, dan tahlil.
Kemudian imam membaca Al-Fatihah dan surat pendek, biasanya Surat Al-A’la. Rakaat pertama disempurnakan seperti salat biasa.
Pada rakaat kedua, setelah berdiri, dilakukan lima kali takbir tambahan. Setelah itu, membaca Al-Fatihah dan biasanya Surat Al-Ghasyiyah, lalu menyelesaikan rakaat hingga salam.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda:
“Takbir pada hari raya Idulfitri adalah tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menjadi dasar utama praktik takbir dalam Salat Id.
Berbeda dengan salat Jumat, khutbah Idulfitri dilakukan setelah salat.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW terlebih dahulu melaksanakan salat, kemudian menyampaikan khutbah kepada jamaah.
Isi khutbah biasanya berisi pesan ketakwaan, makna kemenangan setelah Ramadan, serta ajakan menjaga amal ibadah.
Sunnah Sebelum Salat Idulfitri
Rasulullah SAW mencontohkan beberapa amalan sunnah sebelum Salat Id, di antaranya:
- Mandi sebelum berangkat
- Memakai pakaian terbaik
- Menggunakan wewangian
- Makan terlebih dahulu (biasanya kurma dalam jumlah ganjil)
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah tidak berangkat salat Id sebelum makan.
Selain itu, dianjurkan:
- Berjalan kaki ke tempat salat
- Mengambil rute berbeda saat pulang
- Mengumandangkan takbir
Ini menjadi bagian dari syiar dan keindahan tradisi Islam.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak jamaah yang masih:
- Tidak hafal jumlah takbir
- Tidak memahami urutan salat
- Mengabaikan khutbah
- Menganggap salat Id sekadar formalitas
Padahal, pemahaman yang benar akan membuat ibadah lebih khusyuk.
Salat Id bukan hanya ritual dua rakaat. Ia adalah simbol kemenangan setelah Ramadan—kemenangan atas hawa nafsu, kebiasaan buruk, dan diri sendiri.
Di sinilah makna Idulfitri: kembali ke fitrah, kembali menjadi pribadi yang lebih bersih.
Dengan memahami tata cara Salat Idulfitri lengkap dengan dalilnya, kita tidak lagi sekadar menjalankan tradisi, tetapi benar-benar menghidupkan makna ibadah.
Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kesadaran—bahwa perjalanan menjadi manusia yang lebih baik tidak berhenti setelah Ramadan.