- Flea Market IDD PIK 2 menyajikan perpaduan nostalgia, estetika, dan gaya hidup modern sebagai ruang temu urban.
- Pasar loak tersebut menawarkan beragam koleksi unik, dari barang vintage hingga kerajinan lokal bernilai cerita kuat.
- Event berlangsung hingga 28 Maret di Indonesia Design District PIK 2, menarik pengunjung berburu barang bermakna.
SuaraJakarta.id - Kondisi di tengah geliat destinasi urban Jakarta, Flea Market di Indonesia Design District (IDD) PIK 2 hadir sebagai ruang temu antara nostalgia, estetika, dan gaya hidup masa kini. Bukan sekadar tempat belanja, event ini menawarkan pengalaman yang membangkitkan kenangan sekaligus memanjakan selera visual.
Begitu memasuki area Townhall IDD, nuansa hangat langsung terasa. Tata ruang yang rapi dengan sentuhan dekorasi artistik membuat setiap sudut layak dijadikan latar foto. Di sisi lain, deretan tenant menghadirkan ragam koleksi yang seolah membawa pengunjung melintasi waktu—dari barang vintage hingga kerajinan lokal dengan nilai cerita kuat.
Bagi Cindy Gani, pengalaman ini terasa sangat personal. “Aku baru tahu ternyata di daerah PIK lagi ada flea market yang jual berbagai koleksi barang antik, vintage, sampai curated local handcraft,” ujarnya.
Ia mengaku, daya tarik utama dari flea market ini bukan hanya pada produknya, tetapi juga pada proses eksplorasi yang terasa menyenangkan.
Baca Juga:Menjelang Magrib! Buka Puasa Jakarta Hari Ini 19 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktunya
“Sebagai orang yang suka hunting barang-barang unik dan lucu buat koleksi, tempat ini bikin aku bisa berjam-jam di sini,” kata Cindy, Selasa (24/3/2026).
Salah satu hal yang membuatnya betah adalah keberagaman tenant yang masing-masing menawarkan karakter berbeda. Dari koleksi mainan unik hingga barang dekoratif yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
“Setiap tenant menarik buat didatengin. Ada yang jual trinkets lucu-lucu, bikin pengen dibawa pulang semua,” ujarnya.
Tak hanya itu, Flea Market IDD juga menghadirkan sisi budaya lewat koleksi batik lawas dari berbagai daerah. Cindy bahkan menemukan batik Cirebon dengan proses pengerjaan yang memakan waktu hingga tiga tahun.
“Termasuk batik Cirebon yang prosesnya sampai tiga tahun. Itu menurutku luar biasa karena ada cerita panjang di baliknya,” ucapnya.
Baca Juga:Konektivitas Udara: Faktor Penentu Kemenangan di Tengah Ketatnya Persaingan Destinasi Pariwisata
Pengalaman berburu barang di sini pun terasa semakin lengkap ketika ia menemukan karya seni unik berupa foto burung merpati tiga dimensi.
“Aku juga sempat nemu foto burung merpati 3D yang akhirnya aku adopsi buat pajangan di rumah,” katanya.
Menurut Cindy, Flea Market IDD bukan hanya soal membeli barang, tetapi tentang menemukan sesuatu yang punya makna personal. Namun, ia mengingatkan agar pengunjung datang dengan persiapan.
“Harus siap hati dan dompet sih, karena koleksinya well curated semua,” tuturnya.
Dengan konsep yang memadukan lifestyle, seni, dan budaya, Flea Market IDD menjadi destinasi alternatif bagi warga urban yang ingin menikmati akhir pekan dengan cara berbeda. Terlebih, event ini hanya berlangsung hingga 28 Maret.
“Buruan datang sebelum selesai. Lokasinya di Indonesia Design District, PIK 2,” kata Cindy.