- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Naniek S. pada Sabtu, 25 Juli 2026.
- Pelantikan Sudaryono bertujuan memperkuat kelembagaan serta mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran di berbagai daerah.
- Sudaryono meminta doa dan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar dirinya dapat menjalankan amanah tersebut dengan bekerja sebaik-baiknya.
SuaraJakarta.id - Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra, menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Naniek S.
Menurut Noverizky, pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Ia menilai, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis," kata Noverizky, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga:Cek Fakta: Viral Prabowo Bakal Hentikan Program Makan Bergizi Gratis Usai Idulfitri, Benarkah?
Ia mengatakan, estafet kepemimpinan merupakan bagian yang wajar dalam pemerintahan. Yang terpenting, menurutnya, adalah memastikan setiap proses transisi mampu menghadirkan penguatan terhadap kelembagaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Noverizky berharap kepemimpinan Sudaryono dapat semakin memperkuat sistem tata kelola BGN, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah.
"Program sebesar ini membutuhkan tata kelola yang modern, transparan, dan berbasis data. Dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran," ujarnya.
Ia juga menilai kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat harus terus diperkuat agar implementasi MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata. Dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak," tuturnya.
Baca Juga:Cek Fakta: Viral Kabar 2 Siswa SD di Aceh Meninggal Keracunan MBG, Benarkah?
Menurut Noverizky, evaluasi secara berkala juga harus menjadi budaya kerja di lingkungan BGN agar setiap tantangan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat mekanisme pengawasan internal sehingga seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kepercayaan publik merupakan modal utama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan," ucapnya.
Noverizky optimistis, di bawah kepemimpinan Sudaryono, Program Makan Bergizi Gratis akan terus mengalami penyempurnaan, baik dari sisi kualitas pelayanan, jangkauan penerima manfaat, maupun efektivitas penggunaan anggaran negara.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap kepemimpinan baru di BGN demi keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
"Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, dukungan dan partisipasi seluruh elemen bangsa juga tidak kalah penting agar program ini benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas generasi penerus bangsa," katanya.