- Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ menggelar pengabdian masyarakat bertajuk literasi digital di SD IT Insan Mandiri Depok, Senin (10/8/2026).
- Kegiatan edukasi ini diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 untuk mengenalkan pengelolaan waktu gawai serta keamanan data pribadi.
- Kepala sekolah dan tim dosen berharap kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan siswa agar bijak dan bertanggung jawab menggunakan teknologi.
SuaraJakarta.id - Dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Cerdas Bermedia di Era Digitalisasi” di SD IT Insan Mandiri Kota Depok, Senin (10/8/2026).
Kepala Sekolah SD IT Insan Mandiri Depok, Maman Diana, S.Pt., M.AP., berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. “Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan meningkatkan pengetahuan mereka mengenai literasi digital,” ujar Maman.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Belajar SD IT Insan Mandiri, Jalan Krukut Raya No. 17B, Perumahan Diamond Golden Cinere, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, tersebut diikuti siswa dan siswi kelas 4, 5, dan 6.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa kecakapan bermedia digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai. Mereka juga perlu mengetahui cara mengatur waktu penggunaan perangkat, memilah informasi, menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri, serta melindungi data pribadi.
Baca Juga:Akhir Pekan Tanpa Sinyal! Review Digital Detox di Kepulauan Seribu, Tanpa HP Tapi Bikin Ketagihan
Materi pertama disampaikan Ayu Wardani, M.A., dosen S1 FISIP UPNVJ, yang membahas kesejahteraan digital dan digital detox. Ia mengajak siswa mengatur waktu penggunaan gawai agar tidak mengganggu kegiatan belajar maupun aktivitas produktif lainnya.
Ayu menjelaskan, penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan, antara lain membuat seseorang kurang fokus, memicu kecemasan berlebihan, hingga menurunkan motivasi melakukan kegiatan produktif.
“Penggunaan gadget perlu diatur dengan baik agar tidak mengganggu waktu belajar. Penggunaan yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, seperti membuat kita kurang fokus, mengalami kecemasan berlebihan, dan menjadi malas melakukan kegiatan produktif,” jelas Ayu.
Siswa Diajak Saring Sebelum Sharing
Edukasi kemudian dilanjutkan oleh Deanda Dewindaru, M.I.Kom., dosen S1 Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ, yang mengajak siswa memahami pentingnya kecerdasan digital ketika beraktivitas di ruang digital.
Baca Juga:Cek Fakta: Viral Tautan Pendaftaran 500 Ribu Pekerja di Dapur MBG, Benarkah?
Deanda menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Ia memperkenalkan prinsip “saring sebelum sharing”, yakni membiasakan diri memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Menurut Deanda, kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari kecakapan digital agar siswa tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar atau berpotensi merugikan orang lain.
Sementara itu, Fitria Hani Aprina, M.I.Kom., dosen S1 Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ, memberikan edukasi mengenai keamanan data pribadi. Fitria mengajak siswa menjadi “penjaga gerbang digital” dengan tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
Ia menjelaskan, data pribadi dan informasi rahasia perlu dijaga, terutama ketika anak-anak berinteraksi menggunakan gawai dan berbagai platform digital. Kesadaran tersebut diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan data serta berbagai risiko yang dapat muncul dari aktivitas di ruang digital.
Literasi Digital Dimulai Sejak Sekolah
Kegiatan PKM ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.