- PT Sumbawa Timur Mining menggelar program edukasi bagi mahasiswa Teknik Geologi UGM di Yogyakarta pada kegiatan tersebut.
- Perusahaan memberikan hibah sampel inti batuan Deposit Onto serta menghadirkan enam praktisi untuk berbagi pengalaman lapangan.
- Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi industri dan pendidikan guna memperluas wawasan dunia kerja bagi mahasiswa.
“Banyak sekali wawasan menarik yang saya dapatkan dan saya jadi lebih mengenal STM,” ungkap Gina.
Ia mengaku tertarik dengan materi perencanaan biaya dan jadwal proyek karena memberikan perspektif yang berbeda dari pembelajaran geologi yang selama ini dijalaninya.
Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memperkenalkan mahasiswa pada aspek pekerjaan yang mungkin tidak selalu menjadi fokus utama di ruang kelas. Dengan berinteraksi langsung bersama praktisi, mahasiswa dapat memperoleh gambaran lebih luas tentang ragam keahlian yang dibutuhkan dalam pengembangan proyek eksplorasi.
Principal Geologist STM, Paulo Renata, mengatakan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dapat memperkuat hubungan antara pendidikan dan praktik profesional.
Baca Juga:Bupati Kediri Tekankan Pentingnya Integritas dalam Pemerintahan
“Harapannya, tercipta sinergi yang baik antara dunia industri dan dunia pendidikan sehingga keduanya dapat saling mendukung,” ujar Paulo.
Senada dengan itu, Ketua Departemen Teknik Geologi UGM, Prof. Wahyu Wilopo, menilai interaksi dengan praktisi industri membantu mahasiswa memahami tantangan yang mungkin dihadapi ketika terjun ke lapangan.
“Dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa akan mendapatkan gambaran yang lebih luas dan lebih detail mengenai permasalahan yang mungkin ditemukan di lapangan, sehingga mereka dapat belajar dan mengantisipasi hal-hal tersebut,” ungkap Prof. Wahyu.
Program hibah sampel inti Deposit Onto dan kuliah umum bersama UGM menjadi bagian dari upaya STM memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya mendukung proses pembelajaran ilmu kebumian sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri.
Baca Juga:Bupati Kediri Minta Mahasiswa Bisa Berikan Outcome Bagi Masyarakat di Tempat KKN
Bagi mahasiswa, kesempatan mempelajari sampel batuan dari suatu proyek eksplorasi dan berdiskusi langsung dengan tenaga profesional dapat menjadi bekal untuk memahami kompleksitas pekerjaan seorang geolog. Sementara bagi perguruan tinggi dan industri, kolaborasi semacam ini membuka peluang untuk memperkuat keterkaitan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan praktik di lapangan.
PT Sumbawa Timur Mining merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Aneka Tambang Tbk dengan kepemilikan 20 persen dan Eastern Star Resources Pty Ltd sebesar 80 persen. Perusahaan mengelola Proyek Hu’u, proyek eksplorasi tembaga yang beroperasi berdasarkan Kontrak Karya Generasi VII di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Selain potensi tembaga, wilayah tersebut juga memiliki potensi panas bumi. Untuk mengeksplorasi potensi itu, STM mendirikan perusahaan afiliasi PT Sumbawa Timur Geothermal (STG), yang telah memperoleh Izin Panas Bumi dari pemerintah.
Melalui berbagai upaya tersebut, STM melanjutkan langkah menuju visinya menjadi operasi pertambangan tembaga kelas dunia yang didukung energi terbarukan, sembari memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam pengembangan ilmu kebumian dan sumber daya manusia Indonesia.