Kerja sama antara Pos Indonesia dan Bank Muamalat dalam pendaftaran pembukaan tabungan haji dan porsi haji mendapat sambutan positif dari Anggota Badan Pelaksana, BPKH Harry Alexander. Selaku wadah dari kerja sama ini, BPKH ingin kerja sama ini bisa memberikan pelayanan lebih luas kepada masyarakat.
"Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sedang bekerja sama dengan bank-bank syariah, BPS BPIH untuk menjangkau publik. Kami ingin melayani tidak hanya di pesantren, masjid, atau organisasi masyarakat. Sekarang kami ingin menjangkau publik yang ada di mal seperti saat ini di Gandaria City untuk mendekat dan melayani jemaah haji agar jemaah haji bisa mendaftar di mana saja termasuk di mal," ujar Harry.
"Kami melihat ini bagian dari kerja sama antara BPKH dan bank-bank syariah baik untuk menjangkau publik. Mudah-mudahan bentuk pelayanan lebih dekat ke masyarakat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat yang mendengar berita ini juga bisa hadir lebih banyak karena acara sampai besok," sambungnya.
Harry juga menjamin kerja sama antara keduanya pun sangat dijamin keamanan dan dapat dipercaya. Apalagi, BPKH sebagai wadah kerja sama ini melakukan pengawasan dan sudah melakukan pengelolaan keuangan dengan aman.
"Kami menerapkan penempatan dan investasi BPKH yang pertama harus syariah, kedua hati-hati. Karena prinsip dasar kami hati-hati. Dan ketiga, presiden melihat penempatan kita di SDSN, surat berharga, di penempatan deposito perbankan syariah itu aman," kata Harry.
"Jadi memang kalau di perbankan syariah dijamin di LPS. Di surat berharga dijamin negara, bahkan investasi langsung kami yang dua persen, termasuk di Bank Muamalat menurut presiden masih aman. Sehingga presiden ingin memastikan kita menjaga betul pengelolaan keuangan dan hati-hati, baik-baik. Jangan seperti lembaga keuangan yang disebut waktu itu," lanjutnya.
Harry juga sangat percaya dengan kredibilitas Pos Indonesia dalam melakukan pelayanan ini terhadap masyarakat, bahkan bisa membantu BPKH mencapai target 10 ribu pendaftaran haji. Mengingat, Pos Indonesia memiliki 4.500 kantor cabang Kantorpos di Indonesia.
"Kami memiliki target 10 ribu pos pendaftaran haji. Setengahnya saja sudah diisi Kantorpos. Tentu ini akan terus kami kembangkan. Insyaallah, BPKH akan terus siap melayani jemaah haji," tutur Harry.
Diketahui, Bank Muamalat saat ini menguasai 15 persen pasar nasional dari total 5,3 juta calon jemaah haji reguler di Indonesia. Kerja sama ini adalah bentuk komitmen Pos Indonesia dan Bank Muamalat untuk memberikan layanan terbaik bagi para calon jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci.
Baca Juga: Unggul dalam Transformasi Bisnis, Pos Indonesia Terima Penghargaan Prominent Award 2023
Bank Muamalat merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) sekaligus anak usaha dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sehingga Pos Indonesia bisa diikutkan dalam ekosistem pembukaan tabungan dan pendaftaran haji reguler ini dengan tujuan agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah kota kedua dan kota ketiga yang jauh dari layanan perbankan.
Dalam ruang lingkup kerja sama ini, Pos Indonesia akan mereferensikan calon jemaah haji untuk melakukan setoran awal dengan cara membuka Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) serta melakukan pendaftaran porsi haji di Bank Muamalat, dan penyetoran ini dapat dilakukan melalui aplikasi Pospay dan kedepannya di seluruh Jaringan Pos Indonesia.
Berita Terkait
-
Disaksikan Presiden, Pos Indonesia Salurkan BLT El Nino Ke 250 KPM di Kantorpos Kota Malang
-
Naikkan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunjuk Pos Indonesia Salurkan BLT El Nino
-
Pos Indonesia dan Kemendes PDTT Sepakati Kerja Sama Perkuat Bumdes dan Pengembangan Desa
-
Pos Indonesia dan ULBI Fasilitasi Beasiswa dan Ikatan Dinas untuk Mahasiswa
-
Gandeng Suryanesia, Gaia Bumi Raya City Jadi Pusat Perbelanjaan Pertama di Kalimantan yang Manfaatkan Energi Bersih
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar