SuaraJakarta.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat mulai melakukan pelipatan dan sortir surat suara untuk Pemilu 2024. Surat suara yang dilipat merupakan surat suara Caleg DPR RI untuk daerah pemilihan 3, yang meliputi, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepuluan Seribu.
Ketua KPU Jakarta Barat, Endang Istianti mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengerjakan sebanyak 1.955.032 plus 2 persen. Ia menargetkan pelipatan surat suara tersebut bakal rampung selama 5-6 hari kedepan.
“Target kita hari ini menyelesaikan 350 ribu lembar. (Target selesai) 5-6 hari,” kata Istianti, di GOR Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (2/1/2024).
Total ada 210 warga Jakarta Barat, yang dipekerjakan untuk melipat surat suara di wilayah KPU Jakarta Barat.
Baca Juga: KPU Jakbar Mulai Pelipatan Surat Suara Untuk DPR RI Di GOR Kebon Jeruk
Istianti mengaku, pihaknya melakukan pengawasan yang ketat untuk memantau pelipatan surat suara. Termasuk memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap sudut, baik di dalam maupul di luar GOR Kebon Jeruk.
“Tidak bisa orang keluar masuk, ada penjagaannya di sini. Setiap masuk pun orang akan digeledah, keluarpun akan digeledah, dan barang-barang petugas pun ada di luar area gedung jadi untuk memastikan tidak ada surat suara yang keluar masuk dengan bebas,” jelas Istianti.
Setelah pelipatan dan sortir surat suara rampung dikerjakan, maka surat suara tersebut nantinya alan disimpan, dan setelahnya akan didistribusikan ke setiap kecamatan.
“Disimpan di sini, nanti didistribusikan ke kecamatan nantinya. Lalu nanti di kecamatan, disetting di dalam kotak dibantu sama PPS, nanti menjelang hari pemilihan akan turun ke TPS-TPS,” katanya.
Selain melakukan pelipatan surat suara, KPU Jakbar melakan penyortiran sebelum dilipat.
Baca Juga: Ditolak Setneg Pakai Wisma Atlet Kemayoran Jadi Gudang Logistik Pemilu, KPU DKI Pilih Opsi Kedua
Surat suara yang dianggap rusak, nantinya akan dibuatkan berita acara, agar KPU tingkat kota bisa mendapatkan surat suara pengganti.
Kemudian, diakhir pelipatan surat suara, surat suara yang rusak akan dimusnahkan oleh KPU tingkat kota dengan disaksikan stakeholder terkait.
Berikut merupakan kriteria surat suara yang dinyakatan rusak dan tidak bisa digunakan dalam Pemilu nanti.
- Hasil cetak warna surat tidak merata, tidak jelas, tidak terbaca, banyak noda;
- Surat suaranya kusut, mengkerut, sobek;
- Warnanya tidak sesuai dengan jenis Pemilunya;
- Nama dan logo partai tidak lengkap;
- Logo KPU tidak jelas;
- Terdapat lubang pada kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon sehingga menimbulkam kesan sudah di coblos;
- Foto calon dan pasangan calon buram;
- Warna lambang partai tidak sesuai dengan ketentuan KPU.
Berita Terkait
-
Bantah Dukung 02, Larissa Chou Tegas Tak Pernah Kampanyekan Paslon Mana Pun
-
Siapa Fajar Alfian? Tulis Komentar Body Shaming ke Ibu-ibu yang Orasi di KPU
-
Alasan Efisiensi, KPU Tiadakan Kampanye Akbar di PSU Pilkada 2024
-
KPU: Dua Kabupaten Tak Ada Dana untuk Gelar PSU
-
PSU di 24 Daerah: Bentuk Ketidakbecusan KPU jadi Penyelenggara Pemilu!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya
-
Pertama Kali Nonton Tarian Air Mancur di Monas, Rano Karno: Biasanya Saya yang Nari
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu