SuaraJakarta.id - Suara.com perusahaan media yang berada di bawah naungan PT Arkadia Digital Media Tbk berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Gedor Kampus Jakarta bertemakan "Unlocking Gen Z Opportunities".
Acara ini menghadirkan CEO Suara.com, Suwarjono; President Director Smartfren, Merza Fachya; Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri Kementerian Investasi/BKPM, Rahardjo Siswohartono, dan Wakil Rektor III Fakultas Ilmu Sosial UNJ, Dr. Abdul Haris.
Suwarjono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pemahaman serta keterampilan mahasiswa di industri media. Sehingga mereka bisa meningkatkan kemampuan digital dan mengeksplorasi penerapan teknologi yang tepat di industri media ini.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari cara kami berinteraksi langsung dengan mahasiswa, mendengarkan, dan mencari kolaborasi untuk membangun kedekatan antara kampus dan industri. Kami berharap acara ini bisa memberikan peluang besar bagi teman-teman mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dan potensi mereka di era digital," ujar Suwarjono.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Abdul Haris, mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan acara ini.
"Ini adalah bukti dari kolaborasi yang penting antara kampus dan industri, khususnya industri media. Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bisa terus berkelanjutan, terutama dalam memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa," ujarnya.
Sementara itu, Mirza Fachys mengatakan, bahwa kegiatan kegiatan Gedor Kampus seperti ini sangat penting dilakukan demi mempersiapkan generasi muda masuk ke dunia kerja.
"Kampus adalah tempat penggodokan generasi baru yang akan masuk ke dunia kerja. Dunia kerja kita membutuhkan mereka, tapi mereka harus disiapkan. Acara ini harus lebih sering dilakukan sebagai bentuk literasi agar Gen Z tidak kaget ketika mereka masuk ke dunia nyata, saya berharap acara seperti ini diadakan minimal 2-3 kali setahun," ungkap Mirza.
Salah satu mahasiswa dari UNJ, Tengah Rakfarski mengaku senang dengan kegiatan ini. Baginya, kegiatan ini sangat bermanfaat. Terlebih bukan hanya sekadar materi, kegiatan ini dibalut dengan kegiatan-kegiatan seru lainnya seperti games dan hiburan musik dari endahNrhesa.
Program ini berkolaborasi dengan Kementerian Investasi/BKPM, PLN Mobile, Astra Honda Motor, Smartfren. (Tantri Amela Iskandar)
Berita Terkait
-
Cara Kampus UNJ Edukasi Siswa dan Warga Merawat Lingkungan hingga Ramah Ular
-
Sosiolog Sebut Fenomena Citayam Fashion Week Akan Mereda Seiring Waktu: Jangan Mencibir
-
Tingkatkan Exposure, Sosiolog: Ibu-ibu Menteri Bisa Gantian Catwalk di Citayam Fashion Week
-
Sosiolog ke Pemerintah: Citayam Fashion Week Jangan Dilarang, Justru Harus Diadvokasi
-
Sosiolog UNJ: Citayam Fashion Week Runtuhkan Batas Kelas Sosial Si Mapan dan Anak Pinggiran
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi