Gerakan Non Blok secara resmi terbentuk pada tahun 1961 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama di Beograd, Yugoslavia. Dihadiri oleh 25 negara dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Namun, embrio gerakan ini sudah terlihat sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Indonesia pada 1955, di mana negara-negara baru merdeka sepakat untuk bekerja sama tanpa harus terjebak dalam konflik ideologis dunia.
Tokoh-tokoh penting yang menjadi penggagas Gerakan Non Blok antara lain Soekarno (Indonesia), Josip Broz Tito (Yugoslavia), Jawaharlal Nehru (India), *Gamal Abdel Nasser (Mesir), dan Kwame Nkrumah (Ghana).
Kelima tokoh ini dikenal sebagai "founding fathers" GNB, dan memainkan peran penting dalam membentuk arah gerakan.
Prinsip-Prinsip Politik Non Blok
Gerakan Non Blok berdiri di atas sejumlah prinsip dasar, yang sangat selaras dengan kebijakan luar negeri Indonesia:
1. Menjaga kedaulatan dan kemerdekaan nasional.
2. Menolak dominasi kekuatan besar terhadap negara-negara kecil.
3. Tidak bergabung dalam aliansi militer mana pun.
Baca Juga: Prabowo Genjot Ekonomi Desa: 7 Kelurahan di Jaksel Jadi Pionir Koperasi Merah Putih
4. Menghormati kedaulatan negara lain dan tidak mencampuri urusan dalam negeri.
5. Berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan keadilan internasional.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, GNB menjadi wadah negara-negara berkembang untuk menyuarakan kepentingan bersama dan mencari jalan damai dalam menyelesaikan konflik dunia.
Politik Non Blok dalam Konteks Indonesia
1. Bebas Aktif: Bukan Netral, Tapi Berperan
Politik luar negeri Indonesia bersifat bebas aktif, yang artinya:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Tiga Tuntutan Besar LTJ: Dari Desakan Keluar BOP Hingga Reformasi Total Pendidikan
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?