SuaraJakarta.id - Proses seleksi terbuka (open bidding) untuk jajaran Direktur Operasional, dan Direkrut Umum Perseroda PITS, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memanas.
Di balik uji kompetensi yang tampak formal, pertarungan sesungguhnya diduga lekat dengan kepentingan politik, terutama dalam perebutan kursi strategis Komisaris Perseroda PITS yang sebelumnya diisi oleh 'orang dekat' Airin Rachmi Diany yang terafiliasi partai Golkar,
Kini, dengan pergeseran kekuasaan di Tangerang Selatan, Partai Gerindra diprediksi memiliki peluang terbesar untuk menempatkan orangnya di posisi vital tersebut.
Sorotan utama tertuju pada perebutan kursi komisaris, di mana salah satu dari lima kandidat, Muhamad Taslim, secara terbuka mengakui pernah menjadi calon legislatif dari Partai Gerindra pada Pemilu 2024.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan saat ini, Benyamin Davnie, merupakan kader Partai Gerindra. Koneksi inilah yang menurut pengamat menjadi "tiket utama" dalam seleksi ini.
Pengamat politik dan kebijakan publik dari Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menyoroti bahwa proses lelang jabatan di perusahaan pelat merah seringkali tak bisa lepas dari restu politik penguasa. Menurutnya, uji kelayakan dan kepatutan yang digelar hanyalah formalitas.
“Kalau mau jujur orang-orang yang menduduki komisaris direktur BUMD Tangsel itu memang restu politik nggak usah ditutup-tutupin kalaupun ada misalnya Open bidding profiling screening itu hanya sebenarnya seremoni yang terpenting adalah investasi jumbo ini harus dikawal oleh orang-orang yang profesional,” katanya.
Adib menegaskan bahwa afiliasi dengan partai politik penguasa menjadi faktor penentu. Dengan Gerindra sebagai partai yang menaungi Wali Kota Tangsel saat ini, ia memprediksi hasilnya sudah bisa ditebak.
“Saya memastikan dan memprediksi berpeluang besar terutama Gerindra kan partai kuat sekarang, partai berkuasa, enggak jauh-jauh bahwa orang yang bakal duduk itu pasti ada representasi dari kepentingan politik-politik kita itu pasti mereka saling berkolaborasi,” beber Adib.
Baca Juga: Adu Kuat Gerindra Vs Golkar Berebut Kursi Komisaris PITS, Pengamat: Restu Politik Tiket Utama
Ia bahkan menyebut bahwa pemenang dari seleksi ini kemungkinan besar sudah ditentukan sebelumnya.
“Seleksi itu hanya seremonial sebenarnya pemenangnya yang bakal duduk itu sudah ada kalau saya mengatakan realitas politik hari ini yang menjadi skala prioritas pasti orang yang punya afiliasi dengan partai penguasa,” tambah Adib.
Sementara itu, kandidat komisaris Muhamad Taslim tidak menampik latar belakang politiknya. "Kemarin memang saya ikut kontestasi pemilihan calon legislatif daerah Kota Tangerang Selatan. Memang saat itu saya sedang mendapat lamaran dari Partai Gerindra. Dan saat ini saya tidak aktif di Partai Gerindra sejak selesai pencalonan," ungkapnya.
Taslim menawarkan visi pelayanan prima dan akuntabilitas jika terpilih. "Yang pertama yang kita tawarkan adalah pelayanan prima bang. Jadi masyarakat Kota Tangerang Selatan ini sangat membutuhkan distribusi air yang besi dan layak untuk digunakan," katanya.
Proses Seleksi Dinilai Tak Transparan
Di tengah kuatnya aroma politis, proses seleksi ini juga mendapat catatan kritis dari praktisi hukum. Praktisi Hukum dari Universitas Pamulang (Unpam), Suhendar, menilai ada permasalahan serius dalam hal transparansi, terutama terkait pembentukan panitia seleksi yang terkesan tertutup.
Berita Terkait
-
Adu Kuat Gerindra Vs Golkar Berebut Kursi Komisaris PITS, Pengamat: Restu Politik Tiket Utama
-
Gerindra Usulkan Nafif Laha Untuk Dampingi Bupati Dhito di Pilkada 2024
-
Golkar-PKS Buka Peluang Koalisi Di Pilkada DKI 2024
-
Fraksi PKS Tolak RUU DKJ, Delapan Fraksi Lainnya Sepakat Jadi Rancangan Undang-undang Usulan Baleg
-
Sempat Tuntut PSI Rp 1 Triliun, Viani Limardi Kini Jadi Bacaleg Gerindra
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar