- Pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas seperti *one way*, *contraflow*, dan ganjil genap untuk antisipasi mudik Lebaran 2026.
- Sistem *one way* arus mudik berlaku 17–20 Maret 2026 pada Tol Jakarta–Cikampek hingga Semarang–Solo.
- Untuk arus balik, *one way* direncanakan berlaku 23–29 Maret 2026 dari arah Semarang menuju Jakarta.
SuaraJakarta.id - Musim mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti jutaan masyarakat Indonesia. Namun di balik tradisi pulang kampung tersebut, kepadatan kendaraan di jalan tol dan jalur utama sering kali menimbulkan kemacetan panjang.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama mudik Lebaran 2026, pemerintah telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem one way, contraflow hingga ganjil genap di sejumlah ruas jalan tol utama.
Karena itu, masyarakat yang akan mudik diminta untuk mencatat jadwal penerapan rekayasa lalu lintas agar tidak salah waktu berangkat.
Jadwal One Way Arus Mudik
Salah satu rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan adalah sistem satu arah atau one way pada jalur tol utama arus mudik.
Berdasarkan pengaturan pemerintah, one way arus mudik diberlakukan mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Kebijakan ini akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 421.
Setelah Lebaran, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik.
Sistem one way arus balik direncanakan berlaku mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 5 Maret 2026: Catat Waktunya agar Tidak Terlewat
Rekayasa ini diterapkan dari Tol Semarang–Solo KM 421 menuju Tol Jakarta–Cikampek KM 70.
Contraflow dan Ganjil Genap Juga Diterapkan
Selain sistem one way, pemerintah juga akan menerapkan contraflow dan ganjil genap di beberapa titik rawan kemacetan.
Contraflow memungkinkan kendaraan menggunakan sebagian jalur dari arah berlawanan ketika lalu lintas mulai padat. Sementara sistem ganjil genap diterapkan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas pada waktu tertentu.
Kebijakan ini biasanya diberlakukan secara situasional menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik, termasuk memantau jadwal rekayasa lalu lintas sebelum berangkat.
Tag
Berita Terkait
-
Mudik Gratis 2026: Pendaftaran Resmi Dibuka, 15.834 Orang Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
-
Ini Waktu Terbaik Mudik Lebaran 2026 Agar Tidak Terjebak One Way
-
Wajib Tahu! Jadwal One Way, Contraflow dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 Agar Tak Terjebak Macet
-
Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Kluster 2 Resmi Dibuka, 7 Kota Tujuan Ini Jadi Rebutan
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
7 Sepatu Lari Tanpa Tali yang Praktis untuk Lari Sore, Tinggal Pakai Langsung Jalan
-
Anniversary Merlynn Park Hotel: 16 Years of Transformation Hospitality Beyond Excellence
-
Viral Visual Balita di Kemasan: Salah Tafsir atau Kurang Memahami Konteks?
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Guru Besar Universitas Jayabaya Desak Revolusi Hukum Kepailitan Demi Ekonomi Nasional