SuaraJakarta.id - Hujan deras yang terjadi di wilayah Jakarta menyebabkan 300 rumah terendam banjir di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2020) malam.
Akibat dari peristiwa tersebut, satu orang warga dikabarkan meninggal dunia.
Sekretaris Kelurahan Ciganjur, Firdaus Aulawi mengatakan, hujan deras yang terjadi menyebabkan dinding pembatas Kali Setu Ciganjur tidak bisa menahan tekanan air.
Akibatnya dinding tersebut jebol. Air langsung membanjiri setidaknya 300 rumah di RT 4 dan RT 5 RW 02 Kelurahan Ciganjur.
Baca Juga:Satu Meninggal Akibat Longsor, 300 Rumah Terendam Banjir di Ciganjur
"Air terus meluap mengenai 300 rumah," kata Firdaus di lokasi.
![Sekretaris Kelurahan Ciganjur Firdaus Aulawi mengecek kondisi warga terdampak banjir di Jalan Damai, RT 04/RW 02 Kelurahan Cinganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2020). [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/10/46755-sekretaris-kelurahan-ciganjur-firdaus-aulawi.jpg)
Firdaus menjelaskan ada tiga orang yang dibawa ke rumah sakit. Dua diantaranya dilarikan ke RS Ali Sibroh karena luka-luka yang dialami.
Sementara satu orang lainnya meninggal dunia di RS Marinir Cilandak karena tertimpa bangunan rumah yang diterjang longsor.
Korban meninggal dunia itu berjenis kelamin perempuan berusia 45 tahun.
![Petugas Damkar Jakarta Selatan melakukan upaya evakuasi warga terdampak banjir dan longsor di Jalan Damai, RT 04/RW 02 Kelurahan Cinganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2020). [Dok. Damkar Jakarta Selatan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/10/68292-banjir-dan-longsor-di-ciganjur.jpg)
Akibat bencana banjir dan longsor tersebut, 100 orang warga dievakuasi.
Baca Juga:Banjir dan Longsor di Kali Setu Ciganjur, Satu Warga Tewas
Saat ini para petugas masih berupaya membantu warga untuk dievakuasi di tempat yang aman.