Polisi Ditendang Intel saat Demo, Felix Siauw: Pastinya Dia Provokasi Dong

Ustaz Felix Siauw menduga polisi itu justru ingin memprovokasi.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:40 WIB
Polisi Ditendang Intel saat Demo, Felix Siauw: Pastinya Dia Provokasi Dong
Felix Siauw (instagram)

SuaraJakarta.id - Ustaz Felix Siauw menyoroti peristiwa polisi menangkap perwira polisi yang menyamar jadi mahasiswa di demo tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Video polisi tangkap polisi itu ramai di media sosial.

Video berdurasi 2 menit 6 detik itu salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Wongso_Soebali pada Selasa (20/10/2020) sekira pukul 22.05 WIB. Sejak diunggah, video itu kekinian telah diretweet lebih dari 450 kali dan disukai 741 kali.

Dalam keterangannya di Instagram, Ustaz Felix Siauw menduga polisi itu justru ingin memprovokasi.

Ustaz Felix Siauw menyoroti peristiwa polisi menangkap perwira polisi yang menyamar jadi mahasiswa di demo tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu. (instagram)
Ustaz Felix Siauw menyoroti peristiwa polisi menangkap perwira polisi yang menyamar jadi mahasiswa di demo tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu. (instagram)

Berikut ulasan lengkap Ustaz Felix Siauw:

Baca Juga:Tengku Omeli Basarah: Apa Menurut Anda Sinchan dan Thanos Tokoh Indonesia?

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Faktanya di video itu jelas, polisi menangkap seorang peserta aksi, dipukuli, ternyata yang dipukuli itu perwira yang sedang menyamar. Tak terima, atasannya yang juga menyamar, ngamuk rusuh

Percakapan dalam baso wong kito, keciren ceto nian, entah nyamar-nya keren banget atau kurang koordinasi, yang jelas polisi yang apes mukuli perwira nyamar tadi, juga kena pukul

Pertanyaan saya:

1. Kenapa dia ditangkap? Pastinya dia provokasi dong di massa aksi? Hingga polisi menangkap dan mukuli? Ada usaha untuk mendiskreditkan aksi? Pencitraan negatif?

Baca Juga:Polemik Buku Felix Siauw di Babel, KPAI Dorong Siswa Baca Sejarah Lokal

2. Kalau polisi nyamar itu nggak ngapa-ngapain, terus ditangkep dan digelandang juga, berarti polisinya dong yang masalah? Kok mudah banget berbuat kekerasan dan kesadisan?

3. Kenapa dari awal kepolisian semangat banget belain Omnislash? Ngotot banget bilang yang nggak setuju omnislash itu kemakan hoax, padahal teks fix-nya belum ada?

4. Melihat respons polisi yang sangat sadis dalam beberapa kasus, alasan mereka "Karena massa aksi provokatif", lha jangan-jangan selama ini memang niatnya untuk diadu?

Nah, Pemerintah Wakanda memang sebaiknya segera berbenah, karena polisi disana memang sudah lama tidak lagi dipercaya oleh ummatnya, kapan-kapan saya lanjut ceritain deh

Saran saya, kepolisian Wakanda lebih banyak belajar dari Presiden RI, the one and only, yang susah banget dicari penggantinya, Pak @jokowi, yang selalu bilang bahwa kekerasan dalam menangani aksi-aksi protes itu adalah cara KELIRU-KELIRU-KELIRU

Semoga posting ini di-notif sama Presiden Wakanda, supaya penjara disana nggak penuh sama orang yang nggak sepakat, tapi memang buat orang-orang yang jahat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak