Kontroversi Maulid Nabi, UAS: Rasulullah Kenang Hari Lahirnya Sendiri

Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:33 WIB
Kontroversi Maulid Nabi, UAS: Rasulullah Kenang Hari Lahirnya Sendiri
Ustaz Abdul Somad memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Ibnu Taimiyah yang menjelaskan bahwa mengagungkan hari lahir Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai perayaan, maka ia mendapat balasan pahala besar karena kebaikan niatnya dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW.

Pendapat lain yang juga dijelaskan UAS berasal dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani.

"Hukum asal melaksanakan maulid adalah bid’ah, tidak terdapat dari seorang pun dari kalangan Salafushshalih dari tiga abad (pertama). Akan tetapi maulid itu juga mengandung banyak kebaikan dan sebaliknya. Siapa yang dalam melaksanakannya mencari kebaikan-kebaikan dan menghindari yang tidak baik, maka maulid itu adalah bid’ah hasanah, begitulah pendapat Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani,” tandas UAS.

"Dengan demikian maka makna ayatnya adalah ‘Dan ingatkanlah mereka kepada nikmat-nikmat dan karunia Allah’. Dan kelahiran Muhammad SAW adalah nikmat dan karunia terbesar yang harus diingat dan disyukuri."

Baca Juga:Wajib Tahu, Begini Sejarah Peringatan Pertama Maulid Nabi Muhammad SAW

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak