Tetapi pengunjung masih ada, sehingga menunggu pengunjung pulang satu per satu.
Terkait izin usaha, Wisnu mengaku pihak Waroeng Brothers sedang mengurus perizinan secara daring dan kini sudah memegang nomor izin bersama (NIB) sebagai dasar membuka usaha.
"WB sudah memiliki nomor izin bersama (NIB) izin usaha dan izin lokasi," ujar Wisnu.
Video Aksi Pemukulan
Baca Juga:Ibu Lurah Cipete Utara Dikeroyok, Waroeng Brothers Ditutup Permanen
Sebelumnya diberitakan, sebuah video aksi pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara Nurcahya beredar di jagat maya. Pemukulan dilakukan pengunjung resto tersebut.
Pemicu Lurah Cipete Utara dipukul diduga karena provokasi pemilik Waroeng Brothers ketika kegiatan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan itu.
Lurah Cipete Utara, Nurcahya menyebutkan, pemilik usaha Waroeng Brothers menolak saat diminta untuk memenuhi panggilan ke Kantor Kelurahan Cipete Utara.
Pemanggilan ini guna menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukannya karena melebihi batas waktu operasional dan tidak mematuhi protokol kesehatan.
Pada malam kejadian tersebut, lanjut Nurcahya, pemilik Waroeng Brothers beralasan hari sudah larut pukul 00.30 WIB. Jam operasional pemerintahan juga sudah berakhir pukul 15.00 WIB.
Baca Juga:Tegur Pengunjung Kafe Soal Protokol Kesehatan, Bu Lurah Kena Bogem Mentah
"Saya bilang tidak apa-apa, jam kerja saya 24 jam. Dia (pemilik usaha) tidak mau dan pengunjung akhirnya terprovokasi," kata Nurcahya.
![Lurah Cipete Utara Nurcahya memberikan keterangan kepada awak media soal pemukulan yang dialaminya di Waroeng Brothers, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020). [ANTARA/Laily Rahmawaty]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/12/87234-lurah-cipete-utara-nurcahya.jpg)
Kronologi Pemukulan
Nurcahya menceritakan awal mula keributan hingga berujung pada pemukulan dirinya.
Saat itu, kata Nurcahya, ia sedang melakukan pemantauan kerumunan di Jalan Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/11) lalu.
Nurcahya melanjutkan, memonitor wilayahnya hingga ke Jalan Pelita, untuk mengecek pengerjaan saluran oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) sepanjang 350 meter.
Pada saat pengecekan di titik akhir saluran, Nurcahya yang berpatroli bersama dengan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan Satgas COVID-19 tingkat RT mendengar suara hingar bingar dan gegap gempita orang bernyanyi-nyanyi yang ramai.