"Cuacanya gelap, hujan juga gede. Ada suara petir juga. Masyarakat di sini enggak nyangka kalau pesawat yang jatuh. Jadi dikira petir biasa. Cuma ada getaran dikit. Ombak juga lumayan besar, jadi besarnya sepintas. Makanya sempat (merasa) aneh," tutupnya.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Baca Juga:Cerita Angga, Bocah Penemu Potongan Kepala Diduga Korban Sriwijaya Air