SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan warga luar Jakarta juga kerap menggunakan lahan pemakaman di ibu kota. Akibatnya, kapasitas sejumlah Taman Pemakaman Umum (TPU) menjadi semakin menipis.
Riza menyebut dari sekitar 13.300 orang yang dimakamkan menggunakan protap corona, 20 persen di antaranya merupakan warga luar DKI. Protap corona dilakukan tidak hanya kepada jenazah yang terkonfirmasi positif, tapi juga yang bergejala atau diindikasi terjangkit tapi hasil tes belum keluar.
"Pemakaman diisi dari non Jakarta kurang lebih 20 persen," ujar Riza di gedung PMI DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2021).
Politisi Gerindra ini menyebut fenomena ini berkaitan dengan banyaknya pasien corona yang dirawat di Jakarta. Sejauh ini, dari total pasien Covid-19 di ibu kota, 24 persen di antaranya merupakan warga luar DKI.
Baca Juga:Cegah Banjir di Kelapa Gading, Pemprov DKI buat Kolam Olakan di Bawah LRT
"Memang kurang lebih sama, data kami ada 24 persen (kapasitas RS rujukan) diisi warga non Jakarta," jelasnya.
Mengenai situasi ini, Riza menyebut pihaknya tak bisa melarang warga luar Jakarta yang ingin dimakamkan atau mendapatkan perawatan di Jakarta.
Ia bahkan ingin meningkatkan kapasitasnya agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan di Jakarta.
"Kami terus meningkatkan dan memberikan pelayan terbaik bagi seluruh warga. Tidak hanya warga Jakarta, tapi juga non Jakarta kami layani sebaik mungkin sebagaimana kami melayani warga Jakarta," pungkasnya.
Baca Juga:Tambah 205 ribu, Penerima Bansos Tunai di Jakarta Kini Capai 2 Juta KK