Karena minim informasi mengenai lokasi banjir, awak media akan mengakses aplikasi penyedia informasi, Jakarta Kini alias JAKI. Perangkat lunak itu menyediakan data lokasi banjir, ketinggian pintu air, pos pemantauan, dan pompa air.
Namun untuk informasi banjir hanya berisi lokasi RW yang terendam dan perkiraan ketinggian.
Sementara banjir hari ini, mendadak JAKI tak membagikan informasi terbaru meski sudah melanda banyak wilayah. Data yang ditampilkan merupakan kondisi pada 16 Februari lalu.
Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Yudhistira ketika ditanya beberapa waktu lalu menyatakan informasi banjir yang ditampilkan di JAKI berasal dari BPBD.
Baca Juga:PAN Usung Pasha Ungu Jadi Calon Gubernur DKI Jakarta
"Sistem JakPantau di JAKI datanya dari BPBD," kata Yudhis.
Kendati demikian, ketika ditanya soal tidak ada perbaruan informasi banjir hari ini, Yudhis masih bungkam.