alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditutup Sementara, Ternyata Holywings Kemang Berulang Kali Langgar Prokes

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 06 September 2021 | 16:24 WIB

Ditutup Sementara, Ternyata Holywings Kemang Berulang Kali Langgar Prokes
Satpol PP DKI Jakarta menutup sementara Holywings Kemang karena kasus kerumunan. (Dok. Satpol PP DKI)

"Iya, ini yang terulang. Sudah lebih dari dua kali (melanggar prokes)," kata Ujang.

SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjatuhi sanksi penutupan sementara selama tiga hari kepada Holywings Tavern, Kemang, Jakarta Selatan. Namun, ternyata restoran dan bar itu sudah berulang kali melanggar protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Hermawan mengatakan, Holywings Kemang sudah lebih dari dua kali melanggar prokes selama masa PPKM. Artinya pelanggaran membuat kerumunan dan jam operasional pada Sabtu (4/9) lalu merupakan kesalahan yang kesekian kalinya.

"Iya, ini yang terulang. Sudah lebih dari dua kali (melanggar prokes)," kata Ujang saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (6/9/2021).

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Covid-19 pemilik usaha yang melanggar prokes bisa saja dikenakan sanksi. Dalam aturan itu tertulis pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat usaha yang tidak melaksanakan kewajiban perlindungan kesehatan masyarakat dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda administratif, pembekuan sementara izin, dan/atau pencabutan izin.

Baca Juga: Soal Sanksi Denda Holywings Kemang, Kasatpol PP Jaksel: Tunggu Perintah Pimpinan

Sanksi pertama yang diberikan pelanggar adalah teguran tertulis. Jika mengulangi pelanggaran, maka dilakukan penghentian sementara kegiatan selama 3 hari dengan pemasangan segel pada pintu masuk tempat usaha. Namun, apabila masih mengulangi lagi akan dikenakan denda administratif paling banyak Rp50 juta.

Bahkan jika penghentian sementara kegiatan atau membayar denda administratif tidak dijalankan, maka Dinas Penanaman Modal dan PTSP menjatuhi sanksi pembekuan sementara izin atau pencabutan izin setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, KUKM.

Kendati demikian, Ujang menyebut sanksi yang dijatuhkan kepada Holywings ada kemungkinan akan ditingkatkan. Namun, sejauh ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat pimpinan Satpol PP DKI.

"Tapi nih ke depannya apa ditutup selama PPKM kita nanti lihat keputusan dari pimpinan," ujar Ujang.

Tak hanya sanksi penutupan, bahkan ada kemungkinan manajemen Holywings akan dikenakan denda. "Nanti dikenakan denda juga, tapi ini kan kita masih nunggu perintah pimpinan ya," tuturnya.

Baca Juga: Timbulkan Kerumunan, Holywings Kemang Tak Dikenai Sanksi Denda

Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri beserta Satpol PP DKI Jakarta menggealar razia penegakkan protokol kesahatan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Berdasarkan video yang beredar di salah satu tempat yang dirazia ialah restoran Holywings Tavern Kemang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait