Asyiknya Ngopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat dengan Teman Tuli di Serona Coffee Bintaro

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy sempat menjajal memesan kopi dengan bahasa isyarat di Serona Coffee Bintaro.

Rizki Nurmansyah
Senin, 11 Oktober 2021 | 09:05 WIB
Asyiknya Ngopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat dengan Teman Tuli di Serona Coffee Bintaro
Salah satu pegawai teman tuli di Serona Coffe melayani pengunjung melakukan pemesanan menggunakan bahasa isyarat. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Porsi pembagian itu dilakukan agar dapat membuat para pengunjung nyaman datang ke tempat tersebut. Pasalnya, tak semua dapat memahami bahasa isyarat dengan teman tuli.

Tetapi, uniknya Serona Coffee Bintaro, membuat para pengunjungnya tak hanya sekadar menikmati kopi. Tetapi juga bisa belajar memakai bahasa isyarat untuk memesan menu.

Salah seorang bartender memastikan jumlah pesanan pengunjung ke pegawai teman tuli Serona Coffee Bintaro. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]
Salah seorang bartender memastikan jumlah pesanan pengunjung ke pegawai teman tuli Serona Coffee Bintaro. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Untuk membantu pengunjung berkomunikasi, di pintu masuk kafe terdapat papan tata cara berkomunikasi dengan bahasa isyarat Abjad Bisindo.

Tetapi, jika tetap kesulitan berkomunikasi, pekerja teman tuli akan menyediakan secarik kertas dan pulpen untuk menuliskan pesan yang ingin disampaikan.

Baca Juga:Seladang Kafe, Tempat Ngopi di Tengah Kebun Kopi Aceh

"Nantinya, kita akan pasangi Abjad Bisindo di setiap meja. Sehingga pengunjung benar-benar dapat belajar dan memesan makan atau minum menggunakan bahasa isyarat," papar Roma.

Pantauan SuaraJakarta.id, kafe kopi tersebut ramai dikunjungi pada sore menjelang malam. Pengunjungnya beragam, mulai dari anak-anak muda atau ABG, bahkan juga ada satu keluarga yang datang.

Salah satu bahasa isyarat yang mudah dipelajari dari teman tuli mungkin 'terima kasih'. Pasalnya, bahasa isyarat itu selalu digunakan para teman tuli saat mengantarkan makanan atau bahkan saat menyapa pengunjung yang akan pulang.

Roma menuturkan, tak ada treatment khusus yang diberikan pada para pekerja teman tuli. Dia hanya menerapkan, baik dari jajaran owner, pegawai lain teman dengar dan teman tuli itu setara. Saling tegur jika salah dan saling belajar untuk jadi lebih baik.

"Harapan, pengennnya semua setara, mau disabilitas dan non-disabilitas cowok atau cewek, mau kulit hitam putih semua dianggap sama. Membiasakan mereka dan kita terbiasa dengan mereka," tuturnya.

Baca Juga:Warunk Ngopi Ngopi: Tempat Ngopi Murah Meriah dengan Live Music

Mahasiswa Fakultas Kedokteran di UPN Veteran Jakarta ini mengatakan, saat awal-awal kafe kopi dibuka, ada pekerja teman tuli yang sempat takut melayani pengunjung karena tidak berani dan belum terbiasa. Tetapi, kini semua teman tuli sudah menikmati dan enjoy melayani.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini