"Ada main Bang Sing (suling), ada yang main kongahyan, sukong, tehyan, gong, kecrek (pan), dan ningnong (sio-lo), terakhir ada gendang,” katanya.
Oey menerangkan, meski telah beralkuturasi dengan budaya Betawi, namun musim yang dibawakan tak jarang memainkan lagu-lagu musik dari China, seperti Kong Ji Lok.
"Lagunya Chinese, 'Kong Ji Lok'," terangnya.
![Sejarawan Budaya China, Oey Tjin Eng, saat ditemui di kediamannya di Kota Tangerang, Senin (31/1/2022). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/01/76220-sejarawan-budaya-china-oey-tjin-eng.jpg)
Oey menuturkan, pementasan gambang kromong tidak hanya ditunjukan pada saat perayaan Imlek tiba saja.
Namun tak sedikit yang mengundang orkes gambang kromong untuk acara pesta pernikahan maupun ulang tahun.
"Buat pesta, perkawaninan bisa, Imlek pun bisa," tuturnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim