Pergerakan Tanah di Palabuhanratu, Satu Rumah Ambruk

Bencana pergerakan tanah di Kampung Nyalindung masih terus meluas.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 08 Juni 2022 | 01:05 WIB
Pergerakan Tanah di Palabuhanratu, Satu Rumah Ambruk
Kondisi rumah warga di Kampung Nyalindung, RT 02 RW 05, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu yang ambruk akibat terdampak bencana pergerakan tanah pada Selasa, (7/6/2022). [ANTARA/Aditya Rohman]

SuaraJakarta.id - Bencana pergerakan tanah di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali terjadi pada Selasa (7/6/2022). Akibatnya, satu rumah warga ambruk.

Bencana pergerakan tanah ini tepatnya berada di Kampung Nyalindung, RT 02 RW 05, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi, Nanang Sudrajat mengatakan, taka da korban dalam bencana pergerakan tanah ini.

"Satu keluarga terpaksa harus mengungsi karena rumahnya tidak bisa dihuni," kata Nanang, dikutip dari Antara.

Baca Juga:Waspada! 10 Wilayah Di Jaksel Dan Jaktim Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah, Ini Ciri-cirinya

Menurut Nanang, bencana pergerakan tanah di Kampung Nyalindung masih terus meluas.

Bahkan sudah banyak warga yang memilih mengungsi karena rumahnya sudah tidak bisa dihuni lagi.

Selain itu, lokasi bencana ini pun beberapa waktu lalu sudah ditinjau langsung oleh Badan Geologi dan pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada antisipasi terjadinya bencana susulan apalagi tanah masih bergerak dan semakin meluas.

"Kita sudah berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan serta aparat keamanan baik dari unsur TNI maupun Polri dan relawan di lokasi masih melakukan asesmen," tambahnya.

Baca Juga:Puluhan Korban Pergerakan Tanah di Cihuni Lebak Bakal Direlokasi ke Curugseeng, Badan Geologi Beri Catatan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini