facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

6 Pegawai Holywings Jadi Tersangka Penistaan Agama soal Promo Miras, Ini Jabatan dan Perannya

Rizki Nurmansyah Sabtu, 25 Juni 2022 | 06:00 WIB

6 Pegawai Holywings Jadi Tersangka Penistaan Agama soal Promo Miras, Ini Jabatan dan Perannya
Enam tersangka kasus penistaan agama terkait promo miras Holywings pakai nama Muhammad dan Maria di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (25/6/2022) malam. (Suara.com/M Yasir)

Para tersangka tersebut merupakan pegawai Holywings di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

SuaraJakarta.id - Sebanyak enam pegawai Holywings ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama terkait promosi minuman keras (miras) gratis setiap Kamis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, para tersangka tersebut merupakan pegawai Holywings di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Beberapa orang tersebut kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Ada enam orang yang kita jadikan sebagai tersangka," kata Budhi, Jumat (25/6/2022).

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa keenam tersangka tersebut sebagai saksi atas kasus yang kontennya diunggah dari kawasan BSD.

Baca Juga: Promosi Miras Gratis untuk Nama Muhammad dan Maria, Tiga Outlet Holywings di Jakarta Disegel GP Ansor

Berikut jabatan dan peran dari enam tersangka tersebut:

  1. EJD (27) selaku Direktur Kreatif
  2. NDP (36) selaku Head Tim Promotion
  3. DAD (27) sebagai desain grafis
  4. EA (22) selaku admin tim promosi
  5. AAB (25) selaku sosial media officer
  6. AAM (25) sebagai admin tim promo yang betugas memberikan permintaan ke tim kreatif.

Adapun barang bukti yang disita polisi yakni tangkap layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.

Keenam tersangka tersebut dijerat pasal pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidang, khususnya pasal menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Juga pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Atas perbuatan tindakan pidana keenam tersangka mengenai hoaks dan penistaan agama, mereka terancam hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga: Buntut Promo Minuman Alkohol Gratis untuk Muhammad dan Maria, GP Ansor DKI Segel Holywings Gunawarman

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait