Jakpro Klaim ITF Sunter Jadi Salah Satu Solusi Selesaikan Masalah Sampah di Jakarta

Energi listrik tersebut dihasilkan dari proses pengolahan sampah di ITF Sunter yang diproyeksikan mampu mengolah hingga 2.200 ton sampah per hari.

Rizki Nurmansyah
Senin, 19 September 2022 | 23:00 WIB
Jakpro Klaim ITF Sunter Jadi Salah Satu Solusi Selesaikan Masalah Sampah di Jakarta
Foto udara pembangunan fasilitas pengelolaan sampah Lindfill Mining dan RDF Plant di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/9/2022). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah]

"Karena itu ITF Sunter dirancang dengan memperhatikan pembangunan kota yang berkelanjutan," katanya.

ITF Sunter merupakan mandat Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro melalui Pergub 33 Tahun 2018 tentang Penugasan Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara di Dalam Kota/ (ITF).

Berdasarkan data pemaparan Jakpro yang disampaikan Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto pada rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI pada Rabu (14/9) mengusulkan Penyertaan Modal Daerah (PMD) di APBD Perubahan 2022 sebesar Rp517 miliar.

Besaran usulan anggaran PMD tersebut rencananya digunakan untuk pengawasan perencanaan dan jaminan pelaksanaan ITF Sunter. Sedangkan pada 2023, Jakpro mengusulkan PMD untuk ITF Sunter sebesar Rp 239 miliar.

Baca Juga:Terkait Kelayakan JIS, Kenneth PDIP: PSSI dan Jakpro Jangan Debat Kusir

Rinciannya, Jakpro mengalokasikan anggaran di ITF Sunter itu untuk pengawasan, perencanaan, sewa lahan dan biaya operasional.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pernah mengajukan dana sebesar Rp4 triliun kepada pemerintah pusat untuk anggaran pembangunan fasilitas pengelolaan sampah antara (intermediate treatment facility/ITF) di Sunter, Jakarta Utara.

"Sekitar Rp 4 triliun dan mudah-mudahan itu bisa terealisasi sehingga pembangunan ITF Sunter bisa dapat dilanjutkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menjawab pers usai persiapan menghadapi musim hujan di kantor DLH DKI Jakarta, pada pertengahan Oktober 2021.

Asep mengatakan, dana tersebut diperkirakan akan terealisasi dan digunakan untuk pembangunan mulai Januari 2022. [Antara]

Baca Juga:Bantah Formula E Diambilalih Singapura, Jakpro KlaimSiap Maksimalkan Kontrak Dua Tahun Lagi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini