Pos Indonesia juga terus mengedukasi para penerima BLT BBM bahwa uang yang diberikan tanpa potongan sepeser pun. Termasuk menginformasikan BLT BBM tidak diperuntukkan membeli rokok, minuman keras, maupun pulsa.
"Dalam setiap penyaluran kami membuat spanduk bertuliskan 'Penyaluran BLT BBM tidak ada potongan dan tidak ada kewajiban membeli di sana.' Kami sosialisasikan kepada KPM bahwa bantuan yang diberikan ini adalah untuk membantu kehidupan, serta larangan penggunaan untuk membeli rokok, minuman keras, pulsa. Pos Indonesia juga membantu saat penyaluran di kantor pos dan titik komunitas, kami melibatkan aparat setempat untuk memastikan tidak ada oknum yang berjualan di lokasi penyaluran dan mengarahkan KPM membeli sembako di situ," katanya.
Salah satu penerima BLT BBM yaitu Sriani. Ia merasa bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah kenaikan harga BBM.
Warga Desa Pekuncen Kecamatan Panggungrejo Pasuruan, Jawa Timur, ini hanya bisa berbaring di tempat tidur akibat sakit yang dideritanya. Wanita 85 tahun ini hidup sebatang kara setelah sang suami meninggal 10 tahun silam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dan pemberian tetangga.
Baca Juga:Warga Karawang Terdampak Harga BBM Naik Bakal Dapat Bantuan Dari Pemkab, Ini Penjelasan Dinas Sosial
Pos Indonesia hadir untuk mengantarkan langsung BLT BBM dan bansos sembako sejumlah Rp500 ribu ke rumah wanita yang akrab di sapa Mbah Sri ini. Tampak raut bahagia dan terharu terpancar dari wajahnya.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih diberikan bantuan oleh Presiden Jokowi, Kemensos, PT Pos Indonesia, dalam bentuk bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan hidup," ucap Mbah Sri.
Tak hanya Mbah Sri saja yang bahagia menerima bantuan, para petugas yang menyalurkan bantuan pun turut senang.
"Kami mendatangi setiap pintu rumah ke pintu rumah lainnya untuk menyalurkan BLT BBM dan sembako kepada KPM. Walaupun dengan cuaca terik dan hujan, niat dan tekad kami tak akan pernah surut untuk menebar kebaikan," ujar petugas dari KCU Pos Indonesia.
Baca Juga:Gibran Tolak Mentah-Mentah Saran Pakai 'Jalur Presiden' Buat Tangani Tunawisma: Saya Bisa Sendiri