Agung Laksono Sebut Warga Jawa dan Non-Jawa Punya Hak yang Sama Jadi Capres, Sindir Luhut?

Pernyataan Luhut yang menyebut warga non-Jawa tidak memiliki peluang menjadi capres memancaing respon negatif, salah satunya disampaikan Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono

Chandra Iswinarno
Sabtu, 24 September 2022 | 19:41 WIB
Agung Laksono Sebut Warga Jawa dan Non-Jawa Punya Hak yang Sama Jadi Capres, Sindir Luhut?
Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono. Dalam pernyataannya, Agung mengatakan warga Jawa maupun non-Jawa memiliki hak yang sama menjadi capres. [ANTARA/Khaerul Izan]

Sebelumnya, dalam perbincangan antara Luhut dengan pengamat politik Rocky Gerung di akun YouTube RGTV Channel bicara soal kemungkinan tokoh dari luar Jawa terpilih sebagai Presiden Indonesia.

Menurutnya, orang-orang dari luar Jawa harus sadar diri jika berpikir jika ingin maju sebagai orang nomor satu di republik ini.

"Apa harus jadi presiden saja kau bisa mengabdi? Harus tahu diri juga lah. Kalau kau bukan orang Jawa," kata Luhut saat berbincang dengan Rocky Gerung seperti dikutip Timesindonesia.co.id-jaringan Suara.com.

"Ini bicara antropologi. Kalau Anda bukan orang Jawa dan pemilihan langsung hari ini, saya nggak tahu 25 tahun lagi. Udah lupain deh. Nggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati," ujarnya lagi.

Baca Juga:Ucapan Luhut soal Presiden Jawa Dinilai Rasis, Ternyata Ini Maksudnya

Pernyataan Luhut kemudian mendapat reaksi dari Ekonom Senior Rizal Ramli. Ia menilai, pernyataan Luhut tidak mendasar.

"Pernyataan ngasal. Orang luar Jawa susah jadi Presiden karena sistim pemilihan Presiden Indonesia tidak kompetitif, oligapolistik yg sengaja di rekayasa untuk menguntungkan boneka Oligarki. Kalau sistimnya kompetitif tidak ada lagi pembelahan Jawa vs Non-Jawa," tulis rizalramli.official.

"Pada masa pergerakan kemerdekaan pertentangan seperti ini tidak pernah terjadi. Sulit dibayangkan peristiwa seperti Sumpah Pemuda 1928 dapat berlangsung apabila para tokoh saat itu membatasi diri dengan dikotomi Jawa-non Jawa," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini