Sejak Awal, Kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center Dirancang Tanpa Penopang Cor Beton

Secara konsep, lapisan tembaga sudah diramalkan oleh arsitek akan berubah warna seiring usia yang bertambah. Dari warna coklat kemerahan, menjadi hijau karena proses oksidasi.

Siswanto
Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:54 WIB
Sejak Awal, Kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center Dirancang Tanpa Penopang Cor Beton
Masjid Jakarta Islamic Center (JIC) di Koja, Jakarta Utara akan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen pada Kamis (13/5/2021). [Dok. Kominfotik Jakarta Utara]

SuaraJakarta.id - Sejak awal, kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center dirancang menggunakan sistem rangka ruang (space frame) dan tanpa penopang cor beton.

Hal itu dikatakan Kepala Sub Divisi Informasi dan Komunikasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Center) Paimun Karim, hari ini.

"Bapak (arsitek JIC) merancang tidak memakai cor tembok beton. Dibuat 'space frame' untuk menopang bentangan (kubah) 66 meter," kata Paimun.

Arsitek JIC membentuk rangka kubah dari limas segi empat dan segi lima yang disusun berputar sampai mencapai tinggi tertentu. Lalu ditutup di atas dengan bangun ruang setengah lingkaran.

Baca Juga:30 Petugas Damkar Datangi Lagi Kubah Masjid Islamic Center Pasca Kebakaran, Kenapa?

"Sehingga (rangka) bisa menahan (bentuk kubah) dari atas ke bawah," kata Paimun.

Sedangkan, material kubahnya selain triplek yang dikasih lapisan membran pelapis anti bocor aspal dan glasswool, adalah bukan besi melainkan lapisan tembaga.

Secara konsep, lapisan tembaga sudah diramalkan oleh arsitek akan berubah warna seiring usia yang bertambah. Dari warna coklat kemerahan, menjadi hijau karena proses oksidasi.

"Tahun 2005-2006 kami sempat menyampaikan kubah JIC kok berwarna hitam? Tapi belakangan menjadi hijau kelihatan, jadi ramalan beliau (arsitek JIC Ahmad Nu'man) soal berubah warna menjadi hijau sudah kelihatan sebenarnya," kata Paimun.

Lampu kipas Betawi sebanyak 12 unit dipasang pada atap yang masing-masing unit memiliki berat satu ton dan ditopang dengan baja untuk menguatkan.

Baca Juga:Kubah Masjid Hangus Terbakar, PJ Gubernur DKI Heru Masih Pikir-pikir Renovasi Jakarta Islamic Centre

Menurut Paimun fungsi penopang baja tersebut awalnya untuk menguatkan. Tapi karena terbakar, penopangnya justru meleleh oleh panas dan lampu kipas Betawi yang berat tadi membebani atap.

"Sehingga tarikan kipas itu ke bawah penopangnya itu," kata Paimun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak