Apa Kabar Sultan Rifat? Korban Jeratan Kabel Optik, Begini Kondisi Terkininya

Sejak pertama kali Sultan dirawat, RS Polri memang memfokuskan terhadap pengaturan gizi.

Rizki Nurmansyah
Sabtu, 16 September 2023 | 19:20 WIB
Apa Kabar Sultan Rifat? Korban Jeratan Kabel Optik, Begini Kondisi Terkininya
Sultan Rifat korban jeratan kabel optik. (Instagram/ fisip_ub)

SuaraJakarta.id - Sultan Rifat Alfatih (20), korban jeratan kabel optik, masih menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati. Lantas bagaimana kondisi terkininya pasca 2 bulan dirawat?

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Hariyanto mengatakan, berat badan korban jeratan kabel optik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu bertambah 10 kilogram.

"Sejak dirawat di sini, Alhamdulillah sudah banyak kemajuan, yang awalnya berat badannya saat masuk RS itu 44 kg, saat ini sudah 54 kg," kata Hariyanto, Sabtu (16/9/2023).

Hariyanto menjelaskan, sejak pertama kali Sultan dirawat, RS Polri memang memfokuskan terhadap pengaturan gizi.

Baca Juga:Diperiksa Polisi 6 Jam, Ayah Sultan Korban Terjerat Kabel Fiber Optik PT Bali Tower Ditanya Kronologi Kejadian

"Sehingga Sultan mendapatkan pendampingan khusus dari para medis guna kelangsungan penyembuhannya," katanya.

Penurunan berat badan Sultan dikarenakan imbas dari kejadian kecelakaan (laka) tersebut yang melukai bagian organ tubuh dan membuat proses makan serta minumnya terganggu.

"Jadi ini sekunder dari gangguan yang terjadi langsung, yaitu kabel itu kena laring atau jalur nafas dan kerongkongan," katanya.

Akibat terjadi gangguan itu, asupan makan Sultan pun terganggu.

"Beratnya menurun sejak Januari 2023, sudah banyak," kata Hariyanto.

Baca Juga:Usut Kasus Sultan Rifat, Korban Jeratan Kabel Fiber Optik PT Bali Towerindo, Polisi Segera Cek TKP dan Periksa CCTV

Hariyanto menambahkan, akan melakukan tindakan penyembuhan terhadap saraf pita suara Sultan.

Kondisi pita suaranya saat ini tidak dapat menutup secara normal sehingga kerap mengakibatkan infeksi pada organ paru.

"Ludah yang diproduksi itu harus dibiarkan mengalir ketika ditelan, masuknya bukan di kerongkongan, tetapi di tenggorokan,” ujarnya.

RS Polri telah memasang tindakan pembedahan medis bernama trakeostomi dengan balon sehingga cairan ludah dari bagian atas tidak dapat masuk ke dalam paru-paru.

"Kemudian kita akan melakukan penyuntikan pita suara dengan sel lemak supaya menutup sehingga cairan dari mulut tidak masuk ke dalam tenggorokan," kata Hariyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak