Aksi Tuntut UMP DKI Jadi Rp 5,6 Juta Tahun 2024 Dibubarkan Polisi, Massa Buruh: Kita Demo Sambil Zikir di Istiqlal!

Setelah itu, orator dari atas mobil komando meminta agar massa duduk dan kembali menenangkan diri.

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 21 November 2023 | 16:40 WIB
Aksi Tuntut UMP DKI Jadi Rp 5,6 Juta Tahun 2024 Dibubarkan Polisi, Massa Buruh: Kita Demo Sambil Zikir di Istiqlal!
Massa aksi buruh yang menuntut kenaikan UMP DKI di depan Bali Kota Dibubarkan polisi, Selasa (21/11/2023). [Suara.com/Fakhri]

SuaraJakarta.id - Kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Alasannya, massa aksi dianggap telah melakukan perusakan fasilitas selama melakukan demonstrasi.

Berdasarkan pantauan Suara.com, sempat terjadi kericuhan di tengah kelompok buruh. Bahkan, pagar Balai Kota dirusak hingga jebol.

Setelah itu, orator dari atas mobil komando meminta agar massa duduk dan kembali menenangkan diri.

"Duduk semua, duduk. Tahan diri. Jangan terprovokasi," kata orator di lokasi, Selasa (21/11/2023).

Baca Juga:Naikkan Gaji PJLP, Heru Budi: Sesuai UMP DKI 2023

"Kita lanjutkan lagi aksi kita. Kita ini aksi damai," lanjutnya.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dari atas mobil komando polisi sempat meminta agar massa membubarkan diri.

"Kami minta massa segera membubarkan diri. Ini bukan aksi damai. Anda telah melakukan pengrusakan. Melanggar undang-undang," kata Susatyo.

Susatyo pun meminta pasukan Brimob untuk membuat barisan. Petugas yang dikerahkan menghadapi buruh langsung mengenakan perisai dan pentungan. Massa yang duduk diminta untuk berdiri dan segera meninggalkan lokasi aksi.

"Kepada massa aksi diharap berdiri. Kalau masih duduk tolong (petugas) bangunkan," kata Susatyo.

Baca Juga:Buruh akan Demo sampai 7 Desember Jika Pemerintah Jakarta Tak Naikkan UMP 2023

Massa buruh pun tak mau langsung meninggalkan lokasi. Mereka sempat bertahan di tempatnya. Namun, petugas kepolisian perlahan berjalan mendorong massa aksi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini