Warga Masyarakat Jakarta Diajak Lebih Terlibat Melalui Modernisasi Majelis Taklim

Indonesia adalah negara yang didirikan atau dibentuk oleh bangsa-bangsa.

Iman Firmansyah
Sabtu, 10 Februari 2024 | 09:30 WIB
Warga Masyarakat Jakarta Diajak Lebih Terlibat Melalui Modernisasi Majelis Taklim
(Dok: Istimewa)

SuaraJakarta.id - Yadual Nilfa Adriyanta (49 th), seorang tokoh  masyarakat Jakarta, memiliki kepedulian yang tinggi untuk turut membantu memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi para masyarakat di kota metropolitan Jakarta ini.

Adriyanta punya harapan besar, kehidupan masyarakat Jakarta ke depannya akan  bisa lebih baik, hidup dengan aman, tenteram, damai dan secara ekonomi berkecukupan (sejahtera). Selain itu,  ia ingin menjadikan warga masyarakat Jakarta memiliki daya saing, mandiri dan inovatif. 

Untuk merealisasikan itu,  Adriyanta mempunyai program bernama Mata Nusantara, yang merupakan singkatan dari Majelis Taklim Nusantara yang merupakan wadah berkumpulnya para praktisi dan penggiat Majelis Taklim Nusantara.

Program ini, jelas Adriyanta,  mempunyai tujuan  untuk memperbaiki administrasi dan Standar Operasional Prosedur serta proses penanaman Values (Nilai-nilai) keorganisasian, serta penyamaan arah juang yang terarah dan terukur dari majelis taklim-majelis taklim yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga:Duh! 2 Kali Dalam Sehari, Warga Pasar Gembrong Terlibat Tawuran, Saling Lempar Batu Dan Petasan

Selanjutnya untuk menguji kelengkapaan dan kerapihan administrasi Majelis Taklim, maka Majelis-mejelis Taklim tersebut akan di dorong untuk mengakses dana stimulan bantuan hibah Pemprov DKI Jakarta yang dapat di pergunakan untuk membeli sarana operasional Majelis Taklim, seperti Sound system, Lekar, Laptop, Printer, Infocus dll.

Bila ini berhasil, maka secara administrasi Majelis Taklim tersebut telah terbukti lengkap dan valid, tinggal merapihkan SOP organisasi dan penanaman Values dan penyamaan arah juang nya saja, hingga Majelis Taklim ini layak di sebut sebagai organisasi Majelis Taklim yang Modern.

Tak hanya memberikan jiwa entrepreneurship, program Mata Nusantara ini juga akan memberikan pendidikan Parenting, bimbingan dan konseling bagi para jemaah majelis taklim dan keluarganya. konsultasi rumah tangga, konsultasi permasalahan remaja, dan lain-lain, agar Majelis Taklim dapat menjadi center of healing terdepan dan terdekat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai program empowering, khusus untuk para jemaah perempuannya, sebagai turunan program dari Mata Nusantara, juga terdapat program Khadijah Jakarta. Program Khadijah Jakarta  ini mengupayakan kaum perempuan agar bisa mempunyai usaha bersama (20 orang per unit usaha per RW) yang dijalankan dari rumah salah seorang anggotanya.

Caranya adalah dengan membuat pelatihan-pelatihan wirausaha/entreprenuer di majelis taklim-majelis taklim, yang mengajarkan para jemaah untuk bisa memiliki jiwa dan skill entrepreneurship, lalu di kelompokan sebanyak 20 orang per kelompok," lanjut Adriyanta.

Baca Juga:Kafe Di Jalan Tulodong Bikin Ketua DPRD DKI Geram Tak Puas Kinerja Petugas, Minta Pemprov Sidak Ulang

Berbicara untuk topik yang berbeda, sebagai tanggapan suasana menjelang Pileg dan Pilpres saat ini, yaitu kepemimpinan bangsa,  Adriyanta lalu mengemukakan pandangannya tentang tata cara pemilihan Presiden di Indonesia, yang menurut pandangannya akan lebih baik bila dilakukan dengan cara perwakilan melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai Lembaga tertinggi negara dan tidak lagi dengan cara pemilihan langsung, seperti yang berlangsung dalam beberapa Pemilu terakhir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini