Sementara itu, Lurah Cililitan, Sukaraya mengatakan, alasan Sidik menutup akses jalan ke rumah Puji lantaran ia merasa keberatan karena sering kumpul hingga malam.
“Alasannya merasa kebisingan karena Ibu Puji sering mendatangkan tamu. Karena Bu Puji ini tim sukses salah satu partai,” katanya.
Sidik beralasan merasa terganggu dengan kegiatan yang dilakukan Puji, lantaran ia memiliki anak yang masih kecil.
Alasan itulah yang membuat Sidik menutup separuh akses jalan yang mengarah ke rumah Puji.
Baca Juga:Pihak Kecamatan Mediasi Sidik Dan Puji Buntut Aksi Penutupan Jalan Di Cililitan
Namun Puji tak terima dengan hal tersebut. Puji juga melaporkan hal ini ke anggota DPRD Fraksi PDIP.
Atas laporannya ini, pihak pemerintah kota melalukan penelusuran. Berdasarkan keterangan dari pihak RT dan RW, tanah tersebut merupakan milik Sidik, bukan akses dari fasilitas umum.
Sidik yang sudah terlanjur kesal dengan Puji kemudian langsung menutup akses jalan tersebut secara keseluruhan secara permanen.
Mulanya jalan yang ditutup Sidik pada bulan Februari hanya setengah, menggunakan satu susun bata hebel. Namun saat hari Minggu (4/8) lalu, Sidik menambah susunan hebel yang menuju rumah Puji sehingga akses keluar-masuk Puji dan keluarganya terputus.
Namun keluarga Puji tidak terisolasi, untuk ke luar rumah, ia masih bisa numpang lewat rumah saudaranya yang berada di sebelah rumahnya.