Kepadatan Penduduk Penyumbang Peningkatan Suhu di Kota?

Cuaca panas bisa sangat berisiko bagi lansia dan masyarakat miskin kota

Muhammad Yunus
Kamis, 11 September 2025 | 13:13 WIB
Kepadatan Penduduk Penyumbang Peningkatan Suhu di Kota?
Foto udara pemandangan di Kota Jakarta, Senin (18/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Urbanisasi dan Kendaraan Bermotor Tingkatkan Suhu Indonesia
  • Heat Stroke Ancam Lansia dan Warga Miskin Kota
  • Cuaca Ekstrem Turunkan Produktivitas dan Sebabkan Kematian Massal

SuaraJakarta.id - Peneliti Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia. dr. Dicky Budiman, mengatakan kepadatan penduduk yang tinggi dan adanya urbanisasi.

Meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor yang akhirnya menyumbang peningkatan suhu Indonesia.

“Misalnya di Jawa, kan kepadatan penduduknya tertinggi, ada urbanisasi juga, penggunaan aset dan kendaraan bermotor yang masif, ini akan meningkatkan polusi udara. Ada giliran juga ditambah dengan suhu tinggi, nah ini akan meningkatkan risiko ganda, heat dan polusi,” kata Dicky kepada ANTARA, Rabu 10 September 2025.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran ini mengatakan di Indonesia memang jarang ditemui kasus heat stroke, namun cuaca panas sering dialami karena ada gelombang panas seperti El Nino dan menyebabkan masalah serius pada kesehatan.

Baca Juga:Rapper Melly Mike Menikmati Keindahan Kota Jakarta Lewat Trip Singkat

Cuaca panas bisa sangat berisiko bagi lansia dan masyarakat miskin kota yang memiliki rumah di permukiman padat tanpa ventilasi yang baik atau akses pendingin.

Cuaca ekstrem akibat pemanasan global menimbulkan kelelahan panas (heat exhaustion) dengan gejala pusing, mual, keringat berlebih, lemah, yang juga bisa berlanjut pada heat stroke.

Ini bisa terjadi di daerah pantai seperti Bali di mana para turis yang tidak terbiasa dengan cuaca panas bisa terkena kelelahan panas dengan risiko dehidrasi, dan pada musim kemarau.

Hingga menyebabkan kebakaran hutan bisa menimbulkan gangguan pernafasan, hingga meningkatkan risiko kardiovaskular.

“Heat stroke ini juga akan bisa menurunkan produktivitas. Dan data global disampaikan penurunan produktivitas kerja global akibat panas itu bisa mencapai 20 persen di sektor luar ruangan,” katanya.

Baca Juga:Bukan Lagi Mimpi, Forbes Nobatkan 4 Kota Indonesia Jadi Surga Pensiun 2025: Siap-siap Nabung!

Secara umum data di dunia dari WHO menunjukkan bahwa heat wave di tahun 2022-2023 di Eropa itu menyebabkan lebih dari sekitar 60 ribuan kematian.

Sementara laporan pemerintah melalui BMKG menyebutkan peningkatan suhu rata-rata nasional per tahun kurang lebih 0,04 derajat celcius per tahun.

Dicky menyampaikan mitigasi risiko heat stroke atau heatwave bisa dengan memenuhi kecukupan hidrasi jika banyak beraktivitas.

Gunakan pakaian longgar, tipis dan terang, dan gunakan pelindung jika beraktivitas di luar rumah dengan topi, payung, kacamata hitam dan tabir surya. Hindari juga beraktivitas di luar ruang antara jam 10 sampai 4 sore.

Jika mulai pusing, mual, berkeringat dan lemah segera mencari tempat teduh untuk beristirahat.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperluas daerah penghijauan dan tidak menebang pohon-pohon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak