- Generasi Z kini mengalihkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari konsumsi gaya hidup menjadi investasi pengembangan keterampilan jangka panjang.
- Alasan utama pergeseran ini adalah meningkatnya kesadaran kebutuhan daya saing dalam persaingan dunia kerja yang ketat.
- Akses mudah dan biaya kursus digital yang terjangkau mendukung tren Gen Z memprioritaskan peningkatan kemampuan diri.
SuaraJakarta.id - Di tengah euforia Lebaran yang identik dengan baju baru dan belanja besar, muncul pergeseran menarik dari generasi muda. Bagi sebagian Gen Z, Tunjangan Hari Raya (THR) bukan lagi sekadar untuk gaya hidup, melainkan investasi masa depan.
Alih-alih habis di pusat perbelanjaan, uang THR kini mulai “diparkir” ke sesuatu yang tak kasat mata, tapi berdampak panjang yakni upgrade skill.
Jika dulu THR identik dengan diskon, outfit baru, dan nongkrong, kini banyak Gen Z justru mengambil arah berbeda. “Dulu tiap Lebaran pasti beli baju. Sekarang lebih kepikiran ikut kursus,” kata Nabila (22), mahasiswa di Palembang.
Ia mengaku tahun ini menggunakan sebagian THR untuk mengikuti kursus digital marketing secara online. “Kayak sayang kalau cuma habis buat sekali pakai. Kalau skill kan bisa dipakai terus,” ujarnya.
Baca Juga:Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Fenomena ini perlahan menjadi tren—terutama di kalangan Gen Z yang mulai sadar pentingnya daya saing di dunia kerja.
Platform belajar online kini semakin mudah diakses. Mulai dari desain grafis, coding, public speaking, hingga bisnis digital, semuanya bisa dipelajari hanya dari laptop atau ponsel.
Harga yang relatif terjangkau juga jadi alasan. “Dengan Rp200 ribu sampai Rp500 ribu, sudah bisa dapat kelas yang lengkap. Dibanding beli sepatu baru, saya pilih ini,” kata Rizky (24), karyawan swasta.
Menurutnya, keputusan ini bukan tanpa alasan. “Sekarang persaingan kerja ketat. Kalau nggak nambah skill, ya ketinggalan,” tambahnya.
Tren gen z ini sebagai perubahan yang positif. Ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi jangka pendek ke investasi jangka panjang.
Baca Juga:Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
Gen Z mulai memahami bahwa nilai uang tidak hanya pada apa yang dibeli, tapi pada apa yang bisa dikembangkan. Skill adalah aset. Dan itu tidak akan habis seperti barang konsumtif.
Meski demikian, bukan berarti Gen Z sepenuhnya meninggalkan tradisi Lebaran. Banyak yang tetap membeli kebutuhan, tapi dengan prioritas yang berbeda.
“Masih beli baju, tapi nggak sebanyak dulu. Sisanya buat kursus,” kata Nabila, gen Z di Jakarta,
Artinya, bukan soal menghilangkan kebiasaan lama, melainkan menyeimbangkan antara kebutuhan dan masa depan. Dengan semakin terbukanya akses belajar digital dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya skill, tren ini diprediksi tidak hanya musiman.
Justru bisa menjadi pola baru dalam mengelola THR.
Apalagi di era sekarang, kemampuan tambahan sering kali menjadi pembeda utama.