Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Brand sepatu lari lokal Indonesia kini populer karena harga terjangkau dan desain modern bagi para pelari.

Tasmalinda
Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
Sepatu lari lokal makin viral, tapi 5 hal ini masih bikin sebagian runner ragu?
Baca 10 detik
  • Brand sepatu lari lokal Indonesia kini populer karena harga terjangkau dan desain modern bagi para pelari.
  • Produk lokal masih menghadapi kendala terkait ketahanan material, teknologi bantalan, konsistensi ukuran, serta rendahnya nilai jual kembali.
  • Komunitas pelari Indonesia kini semakin kritis menuntut peningkatan kualitas performa agar mampu bersaing dengan merek internasional.

SuaraJakarta.id - Tren sepatu lari lokal sedang naik daun. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak brand Indonesia mulai mendapat tempat di hati para runner karena harga lebih terjangkau dan desain yang makin modern.

Namun di balik popularitas itu, ternyata masih ada sejumlah kekurangan yang diam-diam sering dibahas di komunitas lari. Mulai dari durability hingga konsistensi kualitas, beberapa hal ini membuat sebagian pelari masih ragu beralih penuh ke brand lokal.

Lalu, apa saja kekurangan yang paling sering disorot?

1. Durability Belum Konsisten

Baca Juga:7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?

Salah satu kritik paling sering muncul adalah soal daya tahan.

Beberapa pengguna mengaku outsole atau bantalan sepatu tertentu mulai terasa menurun setelah pemakaian intensif beberapa bulan.

Brand seperti Ortuseight dan Specs memang terus berkembang, tetapi sebagian runner merasa kualitas antar seri masih belum selalu konsisten.

2. Teknologi Belum Selevel Brand Global

Meski desain makin keren, sebagian pelari menilai teknologi midsole dan cushioning brand lokal masih tertinggal dibanding merek internasional premium.

Terutama untuk race day, marathon serius dan long run intens. Beberapa runner masih memilih brand luar karena dianggap lebih stabil dan responsif.

Baca Juga:10 Sepatu Lari Lokal Paling Estetik Versi Netizen, Stylish Banget buat OOTD dan Running

3. Sizing Kadang Membingungkan

Keluhan lain yang cukup sering muncul adalah ukuran yang kurang konsisten. Ada pengguna yang merasa ukuran terlalu sempit, toe box kurang lega dan size berbeda antar model

Hal ini membuat sebagian pembeli online harus ekstra hati-hati sebelum checkout.

4. Desain Bagus, Tapi Tidak Semua Nyaman

Tren desain estetik memang membuat sepatu lokal makin menarik secara visual. Namun beberapa runner mengaku ada model yang lebih fokus tampil keren dibanding kenyamanan jangka panjang.

Brand seperti 910 Nineten hingga Compass sering dipuji soal desain, tetapi kenyamanan tetap sangat tergantung bentuk kaki pengguna.

5. Resale Value Masih Rendah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak