- Tren lari di Indonesia meningkat sepanjang tahun 2026, mendorong popularitas berbagai kegiatan lari di berbagai kota besar.
- Banyak merek lokal seperti Eagle, Ardiles, dan League menawarkan sepatu lari berkualitas tinggi namun kurang mendapatkan sorotan publik.
- Kualitas produk lokal yang kompetitif menjadi alternatif realistis bagi pelari untuk memenuhi kebutuhan latihan rutin dengan harga terjangkau.
SuaraJakarta.id - Tren lari di Indonesia terus berkembang pesat sepanjang 2026. Event fun run, half marathon, hingga komunitas jogging pagi kini semakin ramai di berbagai kota.
Di tengah tren itu, persaingan sepatu lari lokal juga makin menarik. Nama-nama besar memang sering mendominasi media sosial, tetapi diam-diam ada beberapa model yang justru mendapat pujian dari runner karena kenyamanan dan performanya.
Sayangnya, sepatu-sepatu ini belum terlalu ramai dibicarakan.
Padahal, sebagian runner menyebut kualitasnya sudah sangat layak untuk latihan harian hingga long run ringan. Jika kamu bosan dengan model yang terlalu mainstream, daftar berikut bisa jadi referensi menarik.
Baca Juga:Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
1. Eagle FastRunner
Eagle mungkin tidak terlalu sering muncul di konten running viral. Namun beberapa runner mengaku seri FastRunner punya grip yang cukup kuat dan nyaman dipakai untuk latihan rutin.
Outsole-nya juga dinilai cukup awet untuk penggunaan harian.
Nilai plus: stabil dan tahan lama
Cocok untuk: daily run dan jogging santai
2. Ardiles Nfinity Run
Baca Juga:7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
Banyak orang masih menganggap Ardiles sebagai brand sepatu kasual lawas. Padahal lini running mereka mulai berkembang cukup serius.
Seri Nfinity Run punya bobot ringan dengan desain yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya.
Nilai plus: ringan dan ekonomis
Cocok untuk: pemula dan aktivitas harian
3. League Velocity
League sebenarnya memiliki beberapa model yang cukup nyaman untuk long run ringan. Bantalan empuk dan upper breathable membuat seri ini mulai disukai runner yang mencari kenyamanan tanpa harga terlalu tinggi.
Nilai plus: cushioning nyaman
Cocok untuk: easy run dan long run ringan
4. Specs Hyper Series
Selama ini Specs lebih identik dengan futsal dan sepak bola. Namun lini running mereka diam-diam berkembang cukup pesat.
Beberapa runner memuji fleksibilitas dan value for money yang ditawarkan seri Hyper.
Nilai plus: harga kompetitif
Cocok untuk: runner pemula
5. 910 Nineten Daily Trainer
910 Nineten memang mulai naik daun di kalangan runner muda. Namun beberapa model daily trainer mereka justru kurang mendapat sorotan.
Padahal desainnya modern dan cukup nyaman dipakai latihan rutin.
Nilai plus: stylish dan ringan
Cocok untuk: daily mileage
6. Compass Running Series
Banyak orang mengenal Compass sebagai brand lifestyle. Namun beberapa seri sporty mereka mulai menarik perhatian komunitas lari urban.
Desainnya minimalis dan cukup fleksibel dipakai untuk olahraga maupun aktivitas santai.
Nilai plus: estetik dan multifungsi
Cocok untuk: urban runner
7. Ortuseight Daily Run
Meski Ortuseight sudah cukup populer, beberapa model daily running mereka justru kurang mendapat sorotan dibanding seri flagship.
Padahal banyak runner menganggap seri ini nyaman untuk latihan rutin dengan harga yang masih masuk akal.
Nilai plus: nyaman dan ringan
Cocok untuk: latihan harian
Kenapa Banyak Sepatu Bagus Justru Kurang Viral?
Di era media sosial, popularitas sepatu sering ditentukan oleh konten TikTok, endorsement influencer dan tren komunitas serta tampilan visual.
Akibatnya, ada banyak sepatu berkualitas yang justru tenggelam karena kalah hype, bukan karena performanya buruk.
Perkembangan brand lokal dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Dari desain hingga teknologi bantalan, kualitasnya terus meningkat.
Hal ini membuat semakin banyak runner mulai melirik produk lokal sebagai alternatif realistis dibanding sepatu luar negeri yang harganya jauh lebih mahal.
Tidak semua sepatu bagus harus viral lebih dulu. Beberapa justru terasa kualitasnya setelah dipakai rutin dalam jangka panjang.
Dan di tengah tren running 2026 yang semakin ramai, deretan sepatu underrated ini mungkin saja jadi “hidden gem” yang selama ini luput dari perhatianmu.