Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Ketua MUI Kota Tangerang, Sembuh dari Covid-19 di Usia 83 Tahun

Bangun Santoso Selasa, 29 September 2020 | 07:44 WIB

Cerita Ketua MUI Kota Tangerang, Sembuh dari Covid-19 di Usia 83 Tahun
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Edi Junaedi sembuh dari virus corona di usia 83 tahun. (Suara.com/Irfan Maulana)

Terpapar virus corona, KH Edi Junaedi mengaku seperti bertetangga dengan malaikat maut

SuaraJakarta.id - Kabar mengenai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi cukup mengejutkan masyarakat, khususnya di daerah itu. Di saat jutaan lainnya berjuang melawan virus asal China itu, KH Edi Junaedi dinyatakan sembuh di usianya yang tak muda lagi, 83 tahun.

Diketahui, para lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Tak sedikit yang dinyatakan meninggal dunia akibat virus tersebut.

Tak mudah memang bagi Kyai Edi melawan infeksi virus mematikan ini. Terlebih, Pria kelahiran Tangerang, 12 Desember 1937 ini memiliki masalah fungsi organ tubuh yakni ginjal dan jantung.

Hampir sebulan lamanya, KH Edi Junaedi menjalani isolasi. Meski demikian, ia tak menyerah begitu saja. Doa tak henti-henti dia panjatkan agar diangkat penyakitnya. Serta, berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya ada batu ginjal besarnya 2x3 centimeter. Itu kan besar. Saya juga punya penyakit jantung. Tapi saya terus berikhtiar," ujarnya kepada Suara.com ketika ditemui, Senin, (28/9/2020).

Saat dikunjungi dirumahnya yang berloksi di Jalan M Toha, Gang Bahagia, Nomor 48, RT 003 RW 011, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Edi tengah duduk di kursi sembari membaca sebuah buku. Fisiknya nampak lemah termakan usia. Namun, semangatnya terlihat masih berkobar.

Edi diduga terinfeksi di rumah sakit. Lantaran dia kerap keluar masuk rumah sakit untuk mengobati penyakit yang dideritanya yakni jantung dan ginjal.

"Mungkin dari sana. Karena kan saya sempat dirawat juga karena batu ginjal," ungkapnya.

Bermula dari Sesak Nafas

Mulanya Edi mengalami sesak nafas saat terkena air dingin. Sesak nafas itu semakin menjadi-jadi hingga dia dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih Karawaci pada 10 Agustus lalu. Disana, anak pertama dari delapan bersaudara ini mendapat penanganan medis.

Dia diberi selang oksigen untuk membantu pernafasannya. Karena itu, dokter pun mengindikasi Edi terpapar Covid-19. Sehari setelahnya, Edi di tes usap tenggorokan atau swab test.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait