Diterpa Pandemi Corona, Harga Rumah Turun 50 Persen di Jabodetabek

Penurunan itu juga disebabkan banyak pekerja yang di rumah kan ataupun diberhentikan secara massal.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:05 WIB
Diterpa Pandemi Corona, Harga Rumah Turun 50 Persen di Jabodetabek
Rumah subsidi. (dok PUPR)

SuaraJakarta.id - Harga rumah turun karena pandemi corona. Sebab daya beli masyarakat pun turun.

Salah satu harga rumah turun ada di kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Penurunan itu juga disebabkan banyak pekerja yang di rumah kan ataupun diberhentikan secara massal.

Lainnya, pengurangan harga karena pemberian diskon. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa agen properti sebagaimana melansir dari UrbanIndo.com.

Baca Juga:5 Hal yang Mesti Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Rumah subsidi yang dibangun di salah satu daerah di Indonesia. [Dok Kementerian PUPR]
Rumah subsidi yang dibangun di salah satu daerah di Indonesia. [Dok Kementerian PUPR]

Karena kini banyak harga pasaran rumah mewah yang dijual di sejumlah daerah semakin murah serupa dengan kajian Indonesia Property Watch (IPW) yang dirilis pada Agustus 2020 lalu.
Terlebih lagi hal ini juga diakibatkan karena lambatnya kenaikan harga rumah sejak pandemi COVID-19.

Misalnya saja pada beberapa harga properti primer yang berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten telah diskon sekitar 5 persen-10 persen.

Penurunan juga terjadi pada properti sekunder sebanyak 20 persen-30 persen.

Ilustrasi rumah subsidi.
Ilustrasi rumah subsidi.

Penurunan harga properti termurah di antaranya adalah Alam Sutera, Pluit, Kelapa Gading, dan Pantai Indah Kapuk yang mengalami penurunan harga properti hingga 30 persen.

Sementara untuk kawasan perumahan Pondok Indah sendiri itu turun hampir mencapai 50 persen.

Baca Juga:Selain Harga, Berikut 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda.

Lanjutnya jika biasanya tanah di kawasan tersebut dibandrol dengan harga per meternya mencapai 30 juta rupiah ini hanya Rp 15 hingga Rp 17 juta per meter.

Rumah Subsidi di kawasan Curug Tangerang, Banten. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)
Rumah Subsidi di kawasan Curug Tangerang, Banten. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

"Karena di satu sisi orang butuh uang juga, butuh cashflow. Di sisi lain, ada pembeli yang siap ambil," ujarnya.

Jika dibandingkan antara kuartal kenaikan dan jumlah keluarga urutan penurunan indeks harga properti residensial maka terlihat jelas jika penurunannya jauh lebih tajam dibanding kenaikannya sendiri.

Misalnya pada kuartal pertama di tahun 2020 ini terjadi penurunan jumlah penjualan sekitar 43,19 persen.

Sementara untuk kenaikan yang sendiri pada kuartal pertama di tahun ini hanya berkisar 1,68 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak