Emak-Emak Demo ke Kantor Wali Kota Tangsel: Kalau Hujan Gak Bisa Tidur

Mereka berdemo untuk mengadukan nasibnya soal banjir yang selalu dirasakan dalam dua tahun terakhir.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:53 WIB
Emak-Emak Demo ke Kantor Wali Kota Tangsel: Kalau Hujan Gak Bisa Tidur
Sejumlah warga RT03 RW 04 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat demo di Kantor Wali Kota Tangsel keluhkan soal banjir, Selasa (13/10/2020). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Sementara itu, warga lainnya Abdullah mengaku, ancaman banjir tidak hanya membuat keluarganya was-was. Bahkan, membuat anaknya parno terhadap hujan.

Setiap hujan, lanjut Abdullah, anaknya yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu teriak histeris.

"Mungkin karena sudah terlalu sering banjir, anak saya justru histeris kalau cuaca mendung, ada petir dan turun hujan. Dia sampai teriak-teriak, karena takut bakal banjir," kata Abdullah setelah berorasi di depan kantor Wali Kota Tangsel.

Abdullah menuding, banjir yang terjadi dalam waktu dua tahun terakhir akibat adanya pembangunan perumahan di area lahan resapan.

Baca Juga:Mau Demo ke Istana, 25 Pelajar Diamankan, Sudah Siapkan Batu dan Kayu

Diperparah lagi, lanjut Abdullah, adanya ketidaksesuain piel banjir yang dibangun oleh pengembang.

"Sesuai aturan dari Dinas Pekerjaan Umum Tangsel piel banjir harus dibangun selebar 1,5 m x 1,5 m. Tapi realisasinya hanya sekira 0,5 meter. Sedangkan kolom penampungan air harusnya dalam 2,5 meter, tapi ini hanya 0,9 m," papar Abdullah.

Keluhan tersebut, kata dia, sebetulnya sudah disampaikan kepada pihak pengembang. Tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut perbaikan piel banjir.

Maka itu, dia dan warga lainnya berharap, ada solusi dari Pemkot Tangsel untuk menindaklanjuti keluhan banjir tersebut dan menindak tegas pengembang yang mengabaikan keluhan masyarakat.

Sayangya, dalam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Abdullah, Iswati dan warga lainnya, tak ada satu pun pejabat Pemkot Tangsel yang menemui.

Baca Juga:PA 212 Cs Demo, Spanduk di Mobil Komando Bertulis Tuntut Jokowi Mundur

"Tadi mediasi cuma ketemu sama staf di Sekretariat Daerah (Sekda). Saya engga yakin ada solusi. Karena mediasi seperti ini sudah tiga kali kami lakukan dengan Dinas PU. Kalau tidak juga ada tindak lanjut, maka ini akan kami layangkan gugatan ke pengadilan," tegas Abdullah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini