Jangan Lama-lama BAB di WC Duduk, Ini Risikonya

Dokter menyarankan waktu maksimal untuk BAB selama 15 menit.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:36 WIB
Jangan Lama-lama BAB di WC Duduk, Ini Risikonya
Ilustrasi WC duduk. (Shutterstock)

SuaraJakarta.id - Dokter Spesialis Bedah, dr Benjamin Ngatio, menyebut berlama-lama saat menggunakan WC duduk saat buang air besar (BAB) atau kecil ada risikonya.

Risiko tersebut yakni bisa terkena wasit atau hemoroid.

Hal itu disampaikan dokter dari Eka Hospital Bekasi itu dalam bincang-bincang virtual kemarin, Kamis (22/10/2020).

"Duduk lama di toilet duduk menekan sekitar anus, karena menekan sekitar anus maka pembuluh darah balik terhambat," terangnya.

Baca Juga:Obat Pencahar Alami, 4 Buah Ini Bisa Membantu Mengatasi Sembelit

Wasir terjadi saat ada pelebaran pembuluh darah di daerah anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman, muncul pendarahan dan benjolan yang keluar dari anus.

Penderita juga bisa merasakan gatal di daerah anus hingga nyeri.

"Bagian dalam (anus) biasanya tidak nyeri. Biasanya keluhannya grade satu itu berdarah, benjolan keluar saat BAB. Kalau yang di luar (anus), benjolan cenderung menetap dan gejala yang sering dirasakan nyeri. Tetapi sering kali benjolan di dalam membesar sampai keluar sehingga benjolan sampai keluar masuk dan terasa nyeri," kata Benjamin.

Dokter bedah kolorektal, Karen Zaghiyan seperti dilansir Healthline menyarankan, agar menggunakan toilet duduk selama benar-benar ingin BAB.

Jika tak kunjung BAB setelah beberapa menit, jangan memaksakan diri.

Baca Juga:Hati-hati, BAB Keras Bisa Sebabkan Usus Buntu

Zaghiyan juga menyarankan hanya menggunakan waktu maksimal 15 menit untuk BAB. Jika lebih dari itu, maka tanda mengalami masalah sembelit.

Jika perlu, cobalah setel pengatur waktu sehingga akan tahu kapan harus menyelesaikan urusan ada di dalam toilet.

Menurut Benjamin, feses atau tinja yang keras sehingga membuat seseorang mengejan bisa meningkatkan tekanan di sekitar anus.

Akibatnya pembuluh darah balik agak terhambat sehingga membuatnya membesar dan munculah benjolan.

Jadi, selain menghindari duduk terlalu lama, usahakan feses tak keras.

Terkait benjolan yang muncul dari anus, sebenarnya belum tentu itu karena wasir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak