"Kok bisa sih temannya pakai identitasnya (Sarah). Memang sudah cerita sebelumnya Shelfi Ndaro mau ke Pontianak bersama calon suaminya," jelasnya.
Ia pun mempertanyakan, kenapa orang yang tidak terbang tetapi namanya bisa masuk dalam manifest.
"Kenapa yang enggak bawa identitas asli bisa terbang? Yang meninggal itu bukan Sarah tapi Shelfi Ndaro," tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya sudah mengambil langkah hukum terkait kasus tersebut. diantaranya dengan mengonfirmasi kepada pihak Sriwijaya Air.
Baca Juga:Kumpulan Kisah Penumpang Selamat Sriwijaya Air SJ 182
"Kami sudah melaporkan karena sudah diberikan kuasa dan memberikan nomor handphone saya sebagai pengacara Sarah. Saya minta Sriwijaya kooperatif karena ini menyangkut nama seseorang dan asuransi," pungkasnya.
Sementara itu, Paulus Yulius Kollo tidak bisa terbang ke Pontianak lantaran tidak bisa menunjukan hasil Swab PCR yang menjadi persyaratan yang harus dilengkapi untuk terbang ke Pontianak.
Paulus akhirnya melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dan baru tahu tentang kecelakaan tersebut setelah sampai di Pontianak.
Kontributor : Hairul Alwan
Baca Juga:Namanya Diduga Dicatut Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Sarah Beatrice Syok