Ushalli sunnatat Tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."
Lafal niat sholat Tarawih ini dikutip dari pelbagai sumber, yaitu Kitab Irsyadul Anam karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M-1913 M) dan Perukunan Melayu dengan penyesuaian sejumlah redaksional.
Baca Juga:Tiadakan Buka Puasa Bersama, Masjid Al-A'zhom Tangerang Sediakan Takjil
Dikutip SuaraJakarta.id dari laman nu.or.id, pengertian Witir secara bahasa berarti ganjil. Karena shalat ini memang harus dilaksanakan dalam jumlah ganjil. Shalat witir tidak dianjurkan berjamaah kecuali witir pada bulan Ramadhan.
Meskipun sholat Witir boleh dilaksanakan hanya satu rakaat (sebagai jumlah minimal) tetapi yang utama dilakukan tiga rakaat dan paling utama adalah lima rakaat, kemudian tujuh rakaat dan lalu sembilan rakaat dan yang paling sempurna adalah sebelas rakaat (sebagai jumlah maksimal). Tidak diperbolehkan shalat witir lebih dari jumlah tersebut.
Jika seseorang melaksanakan witir lebih tiga rakaat, maka dilakukan setiap dua rakaat salam dan ditutup dengan satu rakaat.
Bila melaksanakan tiga rakaat boleh dilakukan langsung tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Tetapi sebagian ulama melihat bahwa dipisah lebih utama, yaitu dua rakaat salam lalu satu rakaat.
Hal ini sebagaimana keterangan hadits "Janganlah menyamakan witirmu dengan Maghrib". Namun demikian tiga rakaat berturut-turut lebih utama dibandingkan hanya satu rakaat.
Baca Juga:Raja Salman Minta Sholat Tarawih Ramadhan 2021 Dipersingkat

Lafal Niat Sholat Witir Berjamaah