Setiap malam, Yoyon hanya bisa mengelus dada mendengar rintihan putrinya yang mengeluh sakit.
"Sekarang sudah agak mendingan, tapi setiap Maghrib pasti ngeluh bilang kakinya sakit, pegel-pegel," katanya haru.
Hingga saat ini, dia dan suaminya belum tahu persis ular apa yang menggigit kaki putrinya itu. Pasalnya, sejak peristiwa terjadi sampai saat ini pun dia tak menemukan ular di sekitar rumahnya.
Yoyon pun sadar, ular atau hewan reptil lainnya bisa kapanpun masuk ke dalam rumahnya itu. Pasalnya, rumahnya yang hanya berukuran sekira 3x6 meter itu hanya dilapisi triplek sebagai dinding dan atapnya hanya asbes.
Baca Juga:Dugaan Korupsi KONI Tangsel, Rita Juwita dan Suharyo Didakwa Buat Kegiatan Fiktif
Sedangkan lantainya, sebagian masih tanah dan sebagian lagi hanya semen. Ada lubang di mana-mana, baik di sudut ataupun di bawah dinding rumahnya. Sehingga reptil bisa saja masuk kapan pun.
Area lingkungan rumahnya pun merupakan kebun. Banyak pohon bambu di sisi dan belakang rumahnya.
Yoyon dan keluarganya terpaksa menempati rumahnya itu setelah rumahnya habis terbakar pada 2019 dan tak mampu bayar uang kontrakan.
Tanah tempat rumahnya berdiri pun milik orang lain yang Yoyon dan suaminya garap. Sementara sang suami, Saidin hanya bekerja sebagai kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu.
Saat ini, Yoyon mengaku, sudah banyak komunitas reptil dari Purwokerto, Bandung dan lainnya yang datang untuk memberi bantuan obat mengobati bekas gigitan ular di kaki anaknya.
Baca Juga:Arti Mimpi Digigit Ular, Salah Satunya Bakal Dapat Rezeki, Benarkah?
Di tempat yang sama, Ketua RT setempat Suarta mengakui, bahwa lingkungannya yang masih banyak area perkebunan dengan rumput liar dan pepohonan itu, rawan serangan ular.